Home / Berita

Jumat, 15 Desember 2023 - 12:45 WIB

17 Tahun Beroperasi, Berikut Ini Sederet Penghargaan dan Pencapaian PGE dalam Pengembangan Panasbumi

PABUMNews – Memasuki tahun ke-17 beroperasi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menunjukkan resiliensi serta komitmennya dalam mengembangkan potensi panasbumi di Indonesia.

Mengawali tahun 2023, tepatnya pada bulan Februari, Perseroan melakukan initial public offering (IPO).

“Aksi korporasi terbesar ke-5 di bursa saham ini mencatatkan performa yang sangat baik dengan pendapatan Rp9,05 triliun serta oversubscription hingga 3,81 kali,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Julfi Hadi dalam acara syukuran ulang tahun PGE ke-17, selasa (12/12/2023).

Hingga 11 Desember 2023, saham PGEO berhasil naik 20,54 persen dengan market capitalization sebesar Rp 48,4 triliun.

“Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap kemajuan energi terbarukan, khususnya panas bumi di Indonesia, selama beroperasi kami mencoba untuk accelerate but realistically,” lanjut Julfi.

Diungkapkannya, selama beroperasi, Perseroan berhasil mengatasi tantangan akselerasi bisnis.

“Bottleneck tersebut kami atasi dengan melakukan perubahan model bisnis yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi Perseroan,” ungkapnya.

Selain itu, ekspansi juga menjadi prioritas utama Perseroan hingga dua tahun mendatang. Di tahun 2023 ini, PGE memiliki ambisi untuk menjadi 1 GW company yang akan tercapai pada tahun 2026.

“Dengan strategi quick wins dan penerapan teknologi co-generation di beberapa area, saat ini Perseroan sedang berproses untuk mencapai target tersebut, tentunya dengan bantuan optimalisasi value creation,” kata Julfi.

Baca Juga  PGE Karaha Realisasikan Biaya "Community Development" Rp 830 Juta

Lebih lanjut, PGEO juga berkolaborasi dengan Pertamina NRE dan Pertamina Patra Niaga untuk mendorong komersialisasi karbon dengan memasok kredit karbon ke agregator utama Pertamina Geothermal Energy, yaitu Pertamina New Renewable Energy (PNRE) pada bursa karbon Indonesia.

Terkait komersialisasi karbon, Julfi menjelaskan, pada tahun ini PGE sudah membukukan pendapatan kredit karbon sebesar USD 732 ribu.

“Ini merupakan pendapatan perdana dari bursa karbon Indonesia,” ujar Julfi.

Di kancah global, pada tahun ini PGE semakin agresif melakukan ekspansi dengan bermitra bersama Africa Geothermal International Limited (AGIL) untuk mengembangkan potensi panas bumi 140 MW pada konsesi Longonot, Kenya, serta Geothermal Development Company (GDC) untuk mengembangkan potensi panas bumi 3 x 100 MW pada konsesi Suswa, Kenya.

Di sisi lain, bukti keseriusan dalam pengembangan potensi panasbumi di Indonesia, beberapa waktu lalu Perseroan membentuk Joint Venture Company (JVC) dengan Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd. (Chevron) untuk mengembangkan WKP Way Ratai, Lampung.

“Perusahaan yang diberi nama PT Cahaya Anagata Energy ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai energi masa depan,” ungkap Julfi.

Secara fundamental, Julfi mengatakan, pada tahun ke-17 ini Perseroan berada dalam posisi solid untuk terus berkembang.

“Hal ini dibuktikan dengan capaian laba bersih sebesar USD 133,4 juta pada kuartal III-2023. Angka ini melampaui raihan laba sepanjang tahun 2022 yang pada saat itu mencapai USD 127,3 juta,” katanya.

Baca Juga  Inggris akan Bangun Pembangkit Panasbumi di Pulau Sumba

Di tahun 2023, komitmen Perseroan terhadap lingkungan dan sosial semakin juga mendapat penilaian sangat baik.

Hal ini dibuktikan dengan raihan skor 8.4 yang mengindikasikan kategori negligible risk dari lembaga ESG rating global Sustainalytics.

“Peringkat ini mencerminkan keunggulan Perseroan dalam menerapkan praktik ESG. Adanya penghargaan ini menunjukkan bahwa PGE telah mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasi bisnis,” kata Julfi.

Dari sisi HSSE, Perseroan juga berhasil mendapatkan apresiasi, termasuk Zero Accident Awards untuk Area Kamojang dan 13 penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk Area Kamojang dan Ulubelu.

Di tahun ini PGE juga mendapatkan penghargaan dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVII, beberapa diantaranya:

FTP Jaslab (Lab Kamojang): Diamond,

FTP Colab (Lab Kamojang): Diamond,

PCP Pedas (Project Development): Platinum,

PCP Anget-Anget Jos (Kamojang): Platinum,

PCP Combine (Karaha): Gold.

Merespon sederet pencapaian ini, Julfi mengaku sangat bangga dan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi di tahun mendatang.

“Sebagai perwira PGE, tentunya kita harus bekerja keras untuk bisa membuat PGE semakin jaya. Umur ke-17 ini harus dimaknai dengan semangat berinovasi dan growth yang berkelanjutan guna memberikan akses ke energi bersih yang andal dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Julfi.***

Berita ini 26 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

PLTP Pertama di Jawa Timur akan Beroperasi Awal 2025

Berita

Di Tepi Cimandiri, Pemandian Air Panasbumi Cikundul Tak Pernah Sepi

Berita

Memperbincangkan Target 7000 MW dari Sektor Panasbumi Tahun 2025

Berita

Infrastruktur Pembangunan PLTP Hululais 1 dan 2 Selesai, Kekurangan Listrik di Bengkulu Segera Teratasi

Berita

Pencatatan Perdana Saham PGE Targetkan Rp 9 Triliun Investasi Energi Hijau

Berita

Andil Besar BPPT dan Rekind dalam Pengembangan Panasbumi di Tanah Air

Berita

Emisi Panasbumi Hanya 1/15 Batubara

Berita

Konsisten Cegah HIV/AIDS, Star Energy Geothermal Wayang Windu Peroleh Penghargaan PBB