Home / Berita

Kamis, 31 Agustus 2023 - 16:26 WIB

Analisis Emisi CO2 PLTP Ulubelu dan Pembangkit Lain di Lampung, Benarkah Panas Bumi Energi Bersih?

PABUMNews – Hasil penelitian para dosen IPB tentang emisi CO2 PLTP (pembangkit listrik tenaga panas bumi) Ulubelu Unit 1 dan pembangkit listrik lainnya, terutama pembangkit yang berbasis fosil, menarik untuk disimak.

Judul penelitian tersebut adalah Analisis Emisi CO2 Pembangkit Listrik Panas Bumi Ulubelu Lampung dan Kontribusinya Terhadap Pengembangan Pembangkit Listrik di Provinsi Lampung. Hasil penelitian diterbitkan di website journal.ipb.ac.id.

Meskipun studinya dilakukan tahun 2017 lalu dan diunggah di journal.ipb.ac.id.pada tahun 2018, namun hasilnya diprediksi masih relevan dengan kondisi sekarang.

Studi ini dilakukan oleh Alimuddin, Armansyah H. Tambunan, Machfud, dan Andi Novianto.

Disebutkan, pada tahun 2017 atau saat studi ini dilakukan, kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik panas bumi (PLTP) Ulubelu Unit 1 sebesar 55 MW.

Kemudian, operasional pembangkit memanfaatkan aliran massa uap rata-rata 354.39 ton/jam. Uap panas bumi tersebut dihasilkan dari 11 sumur produksi pada lapangan panas bumi Ulubelu.

Aliran massa uap dimanfaatkan untuk memutar turbin dan menghasilkan daya keluaran rata-rata sebesar 54.17 MW. Produksi energi listrik dari pembangkit dihitung berdasarkan daya keluaran rata-rata adalah sebesar 450 802.74 MWh dengan waktu operasional pembangkit rata-rata 8322 jam/tahun.

Baca Juga  BNI Dukung Geo Dipa Kembangkan PLTP Patuha 2 dan Dieng 2

Gas-gas dalam uap panas bumi

Emisi CO2 PLTP dihasilkan dari non-condensable gas (NCG) yang terkandung dalam uap panas bumi. Konsentrasi kandungan NCG dalam uap panas bumi terdiri dari CO2, H2S, CH4, NH3, N2, dan yang lainnya. Gas-gas yang tidak dapat dikondensasikan akan terlepas ke udara melalui menara pendingin.

Dari hasil studi terungkap, uap panas bumi Ulubelu Unit 1 mengandung NCG sebesar 2%, terdiri dari CO2 96.24%, H2S 2.25%, CH4 0.01%, dan gas-gas lainnya (He, H2, N2, O2, dan Ar) dengan total 1.50%.

Terungkap juga, PLTP Ulubelu memang menghasilkan emisi CO2 lebih tinggi daripada PLTP di Islandia yang hanya menghasilkan rata-rata 50 gCO2/kWh pada rentang 21 sampai 92 gCO2e/kWh.

Akan tetapi kita patut bangga, ternyata emisi CO2 dari PLTP Ulubelu ini lebih kecil dibanding dengan emisi CO2 yang dihasilkan oleh PLTP di Amerika Serikat yang rata-rata 91 gCO2/kWh.

Selain itu, emisi CO2 PLTP Ulubelu Lampung ini lebih rendah dibanding emisi CO2 yang dihasilkan PLTP di 11 negara lainnya.

Emisi CO2 dari Jenis Pembangkit Listrik Lain

Jenis bahan bakar yang digunakan pada pembangkit tenaga listrik di Provinsi Lampung dikategorikan atas dua jenis yaitu dari bahan bakar fosil (batubara, gas, dan HSD) dan non-fosil (air dan panas bumi).

Baca Juga  Buka IIGCE 2023, Wapres Maruf Amin Ingatkan Dua Hal Terkait Pengembangan Panas Bumi

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan listrik dari bahan bakar fosil lebih tinggi yaitu 66.36% dibandingkan dengan pembangkit listrik dari bahan bakar non-fosil 33.64%.

Pembangkit listrik dari bahan bakar fosil terdiri dari PLTU 41.87%, PLTG 21.28%, dan PLTD 3.21%, sedangkan pembangkit dari non-fosil PLTP 19.33% dan PLTA 14.31%.

Persentase emisi CO2:

PLTU 64.49%
PLTG 28.80%
PLTD 3.41%
PLTP 3.29%
PLTA tidak ada (0.0%).

Energi listrik dan emisi CO2 yang diproduksi dan dihasilkan oleh masing-masing pembangkit dihitung dengan asumsi pembangkit beroperasi selama 8640 jam selama setahun dan nilai faktor emisi CO2 dari sistem interkoneksi pembangkitan Sumatera sebesar 0.805 tCO2e/MWh (KESDM-d, 2017).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kapasitas PLTP Ulubelu Unit 1 55 MW menghasilkan emisi CO2 15.68% dan mampu mereduksi emisi CO2 sebesar 84.32% dari baseline.

Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber energi panas bumi dalam menghasilkan energi listrik sangatsignifikan dalam mengurangi gas rumah kaca yang akan terlepas ke udara.***

Berita ini 13 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Pesona Pemandian Air Panas Talaga Bodas, Berada di Alam Terbuka, Dibangun Tepat di Bibir Kawah

Berita

Kementerian ESDM Kembali Cabut 4 Regulasi tentang Panasbumi

Berita

Wisata Air Panas Bumi Sipatn Lotup di Kalbar Jadi Lokasi Pelaksanaan Program BISA Kemenparekaf

Berita

Tahun 2035 Kapasitas Panas Bumi 9300 MW, Berikut Strategi Pengembangannya

Berita

Mengenal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)

Berita

Archandra Tahar: “Panasbumi Ramah Lingkungan”

Berita

Rida Mulyana: Pengembangan EBT Harus Penuhi Prinsip Merata dan Terjangkau

Berita

Baturadden, Lokasi Idola Tujuan Wisata