Home / Berita

Jumat, 29 September 2017 - 16:02 WIB

Banyak Cara Disiapkan PLN Atasi Beban Keuangan

Para petugas PLN menyiapkan pembangkit listrik bermesin diesel di sebuah pulau terpencil di Riau (foto: pln.co.id)

PABUMNews-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengakui pihaknya memiliki beban keuangan yang besar, akan tetapi kondisi keuangan PLN tetap sehat. Di lain pihak PLN pun telah menyiapkan beberapa cara agar beban keuangan yang besar tersebut tak membuat PLN babak belur.

Hal itu diungkapkan Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto dan Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN, I Made Suprateka, secara terpisah.

Sarwono menyatakan, selama ini PLN mampu membayar semua utang secara tepat waktu. “Hutang PLN saat ini mencapai Rp 300 triliun dan PLN sudah memiliki proyeksi tata kelola utang perusahaan hingga 30 tahun ke depan,” katanya Rabu (27/9/2017) di kantor Kemen ESDM.

Selain itu, posisi aset PLN saat ini sudah mencapai Rp 1.300 triliun, sementara equitas perusahaan mencapai Rp 900 triliun, atau tiga kali lipat dari total utang. “Jadi engga ada masalah bagi kami, kata Suswono.

Baca Juga  Star Energy Wayang Windu: Pemboran Sumur Telah Memenuhi Amdal dan Sesuai Aturan

Sementara Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN, I Made Suprateka, menjelaskan, besarnya beban keuangan PLN bukan saja karena harus membereskan 35.000 megawatt, namun juga menyelesaikan proyek mangkrak fast track program tahap II sebesar 10.000 MW.

PLN juga, lanjutnya, tengah membangun gardu induk dan transmisi di seluruh Indonesia. Di sisi lain, PLN menerima penugasan menerangi 2.500 desa serta menerangi daerah terdepan, terluar, dan tertinggal dengan memakai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Maka tidak heran jika PLN menangung risiko keuangan yang tinggi.

Jadi, kata Made, beban keuangan tersebut bukan karena ketidakmampuan PLN mengelola keuangan, akan tetapi karena banyaknya pembangkit-pembangkit yang harus dibangun PLN. “Pembangkit-pembangkit listrik ini dalam tiga sampai lima tahun belum bisa menyumbang pendapatan bagi PLN,” katanya.

Baca Juga  Abadi Purnomo, "Kebijakan Pemerintah Membuat Lesu Pengembangan Panasbumi"

Menurut Made, ada beberapa cara yang dilaksanakan PLN untuk mengurangi resiko. Terkait beban utang misalnya, PLN memanfaatkan grace periode atau hanya membayar bunga saja dan tidak membayar angsuran.

“Kemudian, PLN melakukan revaluasi aset agar likuiditas terjaga. Melakukan efisiensi dengan cara mengganti beberapa fuel mix yang dimiliki dengan energi primer yang efisien seperti solar, batubara, gas dan EBT. Selain itu PLN pun mulai mengelola sumber-sumber energi primer seperti panasbumi dan tambang. Tujuannya agar bisa menekan biaya pokok produksi dan ada margin yang bisa didapat PLN. Dan yang terakhir terkait utang, melakukan repayment schedule. Namun langkah ini adalah langkah terakhir, karena repayment schedule diambil jika proyek yang dibangun sudah memberi pendapatan bagi perusahaan,” papar Made. (es)

Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Tiga Lembaga Kerjasama Lakukan Survei Udara Panasbumi di Ngada

Berita

Jawa Barat Peroleh Bonus Produksi Panasbumi Paling Besar

Berita

Jaga Produksi Panasbumi, PGE Lahendong akan Bangun Unit VII dan VIII

Berita

Talagabodas, Objek Wisata Panasbumi dalam Keheningan Pegunungan

Berita

Penandatanganan 1.189,67 MW EBT, Bisa Turunkan CO2 Sebesar 4,76 Juta Ton
HAGI Online Workshop: Magnetotelluric Data Analysis using Geotools

Berita

HAGI Online Workshop: Magnetotelluric Data Analysis using Geotools

Berita

Kendala Utama Pengembangan Panasbumi Ada di Harga Jual

Berita

Siapa Investor Panasbumi Galunggung?