Home / Berita

Jumat, 11 Agustus 2017 - 11:54 WIB

Berbagai Resiko Pengembangan Energi Panasbumi

PABUMNews-Panasbumi merupakan sumber energi listrik  yang ramah lingkungan. Namun pengusahaannya selain memerlukan dana yang besar juga memiliki resiko yang tinggi.

Pakar panasbumi dari Institut Teknologi Bandung (ITB),  Ir.  Nenny Miryani Saptadji, Ph.D dalam tulisannya berjudul “Energi Panasbumi di Indonesia” menjelaskan resiko-resiko tersebut.

Pertama, resiko yang berkaitan dengan sumber daya (resource risk). Menurut Nenny ada dua hal terkait resiko ini, yaitu kesatu  resiko kemungkingan tidak ditemukannya sumber energi panasbumi di daerah yang sedang dieksplorasi (resikoeksplorasi),. Kedua, cadangan potensi listrik di daerah tersebut lebih kecil dari yang diperkirakan atau tidak komersial.

Baca Juga  Pengoperasian PLTP, Harus Menjaga Kelestarian Hutan Demi Ketersediaan Air

Kedua, resiko yang berkaitan dengan kemungkinan penurunan laju produksi atau penurunan temperatur lebih cepat dari yang diperkirakan semula (resource degradation).

Ketiga, resiko yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan pasar dan harga (market accesdan price risk).

Keempat, resiko pembangunan (construction risk),

Kelima, resiko yang berkaitan dengan perubahan manajemen (management risk).

Keenam, resiko menyangkut perubahan aspek legal dan kemungkinan perubahan kebijakan pemerintah (legal and regulatory risk),

Sementara ketujuh, resiko yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan bunga bank dan laju inflasi (interest and inflation risk),

Baca Juga  Ketum ADPPI Sebut Lima Alasan RUU EBT Perlu Cantumkan Pasal Panasbumi Diatur UU Tersendiri

“Kedelapan, force majeure,” ungkap Nenny dalam tulisan itu.

Menurut Nenny, karena Indonesia memiliki potensi panasbumi terbesar di dunia dan sifat sistem panasbumi yang spesifik, sudah semestinya pengembangan lapangan panasbumi Indonesia dikembangkan oleh perusahaan nasional dengan menggunakan tenaga ahli Indoensai pula.

Namun, tandas Nenny masih dalam tulisan itu,  para ahli yang digunakan tersebut tentu harus diakui kepakarannya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di dunia internasional (enjang)***

Berita ini 133 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Agus Hermanto: Bali Harus Jadi Primadona Energi Ramah Lingkungan

Berita

Potensi “Energi Hijau” di Kalimantan Timur

Berita

Bakrie Power Fokus Sukseskan PLTP Sokoria dan Telaga Ngebel

Berita

Star Energy Geothermal Kembangkan Potensi Ekonomi Masyarakat di Jawa Barat

Berita

Perusahaan Italia Eksplorasi Panasbumi Way Ratai Lampung

Berita

Masyarakat Harus Memperoleh Informasi Lengkap tentang Panasbumi

Berita

Indonesia Miliki 331 Titik Potensi Panasbumi

Berita

Tak Hanya Demo, Medsos dan Mural Jadi Media Penolakan PLTP Baturaden