Home / Berita

Senin, 19 November 2018 - 11:56 WIB

Berinovasi Tinggi dalam Proyek Geothermal, PT Rekind Peroleh Penghargaan Tingkat Asean

Presiden Joko Widodo mengunjungi PLTP Kamojang Unit 5 (foto Antara)

PABUMNews- BUMN di bidang EPC (engineering, procurement, construction) PT Rakayasa Industri (Rekind) mendapat anugerah ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award 2018. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan dalam event Konferensi Federasi Organisasi Teknik ASEAN (CAFEO-36) dari 12-14 November 2018 yang diselenggarakan oleh Federasi Organisasi Teknik Asean (AFEO).

Anak perusahaan PT Pupuk Indonesi (Persero) ini diakui oleh AFEO memiliki inovasi hebat saat melaksanakan pengerjaan proyek EPCC panasbumi Kamojang-5 1×35 MW (KMJ5). Tender untuk proyek tersebut dilakukan pada tahun 2012 dan merupakan tender internasional yang diikuti oleh empat kontraktor asing. Tahun 2013, diumumkan bahwa konsorsium Rekind – Sumitomo Corporation (SC) merupakan pemenang tender pengerjaan proyek panasbumi Kamojang 5 tersebut.

“Dalam Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang-5, Rekind dipercaya sebagai pemimpin konsorsium dengan Sumitomo Corporation sebagai anggota konsorsium. Skema ini adalah yang pertama dari jenisnya di Indonesia, di mana pembangunannya diarahkan oleh perusahaan nasional, ” jelas Diretur Utama PT Rekind Yanuar Budinorman.

Baca Juga  Permen LHK Atur Pengusahaan Panasbumi di Kawasan Konservasi

Penghargaan ini, lanjutnya, merupakan pengakuan bergengsi dari AFEO atas pencapaian dan inovasi Rekind dalam proyek-proyek rekayasa di kawasan ASEAN.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award 2018 ini. Penghargaan ini telah mendorong kinerja Rekind sebagai Badan Usaha Milik Negara dengan mempraktekkan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen sumber daya manusia yang sangat kompetitif, dan kontribusi nyata perusahaan yang nyata kepada masyarakat, “kata Yanuar.

Proyek PLTP Kamojang-5 adalah salah satu program pemerintah untuk percepatan pengembangan energi, terutama di bidang energi baru terbarukan. Koordinasi dilakukan langsung di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Dan proyek itu sendiri dimaksudkan untuk meningkatkan peran panasbumi dalam menunjang ketahanan energi nasional.

Proyek yang terletak di lokasi yang sama dengan PLTP Kamojang-4 ini, menerapkan metode teknologi pemasangan gantry crane dan metode geser untuk pemasangan peralatan utama kategori angkat berat, karena harus dipasang di gedung pembangkit listrik yang telah selesai sesuai jadwal. Sementara itu, untuk tahap pengujian pipa uap dan Penginjeksian Ulang Sistem (FCRS), metode Tes Servis Awal (IST) dipilih sebagai Uji Hidraulik alternatif pada saluran FCRS untuk mengurangi biaya dan waktu.

Baca Juga  Menteri ESDM: Sudah Saatnya Indonesia Beralih ke Energi Lokal Ramah Lingkungan

Dengan menggunakan metode IST, tahap pengujian pipa bisa selesai dalam satu hari, jauh lebih cepat daripada metode Tes Hidrolik yang mungkin berlangsung selama satu bulan.

“Oleh karena itu, proyek ini dapat diselesaikan satu bulan lebih awal dari target dalam kontrak. Inovasi dalam bidang energi baru terbarukan seperti ini adalah manifestasi dari Rekind dalam mengembangkan transformasi bisnisnya melalui penguatan internal organisasi dan pengembangan pasar di bidang energi, “kata Yanuar dengan bangga.(es, dari Business Insider)

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Lima WKP Panasbumi Berkapasitas 784 MW Dilelang April Ini

Berita

Dirjen EBTKE: Pengembangan Panasbumi Untuk Wujudkan Kedaulatan Energi

Berita

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto Jadi Guru Besar Manajemen Kebijakan Panasbumi

Berita

Menengok Tomohon, Kota Panas Bumi di Indonesia Timur

Berita

Wamen ESDM Yakin Pemanfaatan Panasbumi Gunung Talang Berikan Dampak Positif

Berita

Inilah Progres Pengembangan Panas Bumi Indonesia

Berita

Terbawa Hujan, Lumpur ‘Cut And Fill’¬† PLTP Baturaden¬† Kotori Sungai Prukut

Berita

Lima WKP akan Dilelang, Koordinasi dengan Pemda Diperkuat