17 Tahun Geo Dipa Energi Menghasilkan Energi Bersih

17 Tahun Geo Dipa Energi Menghasilkan Energi Bersih

PABUMNews – Geo Dipa Energi, BUMN panas bumi, tanggal 5 Juli 2019 lalu merayakan HUT-nya yang ke-17. Syukuran sederhana namun khidmat digelar para karyawan Geo Dipa Energi, baik karyawan di PLTP Dieng, Jawa Tengah, maupun PLTP Patuha, Jawa Barat.

“Sudah 17 tahun, kami hadir untuk negeri. Menjalankan fungsi sebagai BUMN Panas Bumi dan salah satu Special Mission Vehicle di bawah @kemenkeuri dalam mendukung program Pemerintah untuk penyediaan listrik tenaga panas bumi yang aman dan ramah lingkungan serta memberi manfaat peningkatan ekonomi Indonesia,” tulis Direktur Utama Geo Dipa Energi, Riki F Ibrahim yang diupload ke akun Twitter-nya.

“Kami memiliki komitmen untuk memberi kontribusi dalam pencapaian target pemerintah di sektor pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35 ribu MW.

Kami juga memiliki tanggung jawab dalam memenuhi target Rencana Umum Energi Nasional dengan pemanfaatan energi domestik yang melimpah untuk target 23% pada tahun 2025.

Sebagai pemegang komitmen dan amanah tersebut, izinkan kami untuk mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham dan para pemangku kepentingan atas arahan dan dukungan serta kepercayaan kepada GeoDipa dalam percepatan pengembangan energi panas bumi Indonesia,” lanjut Riki.

“Kami berjanji untuk bekerja lebih keras di tahun-tahun mendatang untuk menjadi instrumen dalam mewujudkan target-target negara untuk menjaga kedaulatan energi nasional dari sektor energi terbarukan, energi panas bumi.

Untuk Indonesia, kami tidak pernah lelah mencintai negeri ini dengan prestasi yang lebih baik.

Untuk Indonesia, semangat kami tidak akan pernah padam untuk membangun negeri.
.
.@ditjenkn
#geodipauntuknegeri
#EnergiMembangunNegeri
#EnergiBerkeadilan
#energigenerasikegenerasi
#semangatenergiterbarukan.”

Geo Dipa dari Masa ke Masa

2002

Geo Dipa Energi didirikan sebagai perusahaan patungan antara Pertamina dengan PLN untuk mengelola panasbumi Dieng, Jawa Tengah, dan Patuha di Jawa Barat. Pertamina menguasai 66,67% saham atau senilai dengan Rp 443 miliar. Sementara PLN menguasai 33,33% saham atau senilai Rp 218 miliar. Perusahaan ini mengambil alih proyek panasbumi Dieng dan Patuha.

Pada awal operasi Geo Dipa mengelola PLTP Dieng 60 MW.

2009

Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung ke Dieng tanggal 31 Maret 2009. Ia memberikan arahan agar Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) di Dieng dan Patuha dijadikan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada PT Geo Dipa Energi. Arahan Jusuf Kalla menjadi tonggak perubahan status Geo Dipa dari perusahaan swasta menjadi BUMN panasbumi.

2011

Geo Dipa Energi ditetapkan sebagai BUMN melalui PP No. 62/2011 dan merupakan BUMN panasbumi satu-satunya. Cakupan kegiatannya mulai dari tahap eksplorasi, eksploitasi lahan penghasil panasbumi, pembangunan fasilitas pembangkit listrik panasbumi alias power plant, hingga menyalurkan energi listrik ke sistem jaringan transmisi listrik interkoneksi Jawa-Madura-Bali.

2014

Geo Dipa berhasil memanfaatkan panasbumi Patuha Jawa Barat dengan COD-nya PLTP Patuha kapasitas 60 MW. Dengan demikian, Geo Dipa berhasil pula menambah kapasitas panasbumi yang dikelolanya menjadi 120 MW.

2019

Geo Dipa megembangkan panasbumi Dieng dan Patuha dengan membangun PLTP Dieng-Patuha Unit 2. Ground breaking kedua PLTP unit baru tersebut dilakukan 25 April 2019.

Rencana pengembangan

Geo Dipa pun sedang mengembangkan 10-15 MW small scale power plant dan 10-15 MW organic rankine cycle power plant dengan skema build operate transfer (BOT). PLTP ini ditargetkan beroperasi pada 2020 dan 2022.\

2022

Tahun 2002, Geo Dipa menargetkan menghasilkan 270 MW, bersumber dari PLTP Dieng Unit 1 60 MW, PLTP Patuha unit 2 60 MW, PLTP Smale Scalle Dieng Unit 1 10 MW, PLTP Binary Dieng 10 MW, PLTP Dieng Unit 2 60 MW, PLTP Unit 2 Patuha 60 MW, PLTP Binary Dieng Unit 2 10 MW.

Saat ini, dengan kapasitas 160 MW, listrik ramah lingkungan yang dihasilkan Geo Dipa mampu menerangi rumah sebanyak 240 ribu. Sementara emisi karbon yang berhasil dikurangi sebesar 850 ribu ton per tahun. (es)