Air Panas Candi Umbul, Tempat Mandi Bangsawan di Zaman Raja Syailendra

Air Panas Candi Umbul, Tempat Mandi Bangsawan di Zaman Raja Syailendra

Pemandian Candi Umbul (sumber foto: nasirullahsitam.com)

PABUMNews- Ada nuansa lain saat menikmati segarnya air panas di pemandian Candi Umbul, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pemandian yang terletak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag ini dipenuhi dengan situs bersejarah, termasuk kolam pemandiannya.

Dinding kolam tersusun dari bebatuan yang berelief binatang dan tumbuhan, mengingatkan kita akan kerajaan-kerajaan di masa silam. Dan memang, berbagai referensi menyatakan bahwa pemandian ini dibangun di zaman kerajaan Syailendra, penguasa Jawa sejak abad 8. Seperti diketahui, wangsa Syailendra banyak mendirikan bangunan-bangunan monumental di tanah air, di antaranya Candi Borobodur.

Pemandian Candi Umbul pun merupakan pemandian monumental yang menunjukkan bahwa Wangsa Syailendra memang memiliki cita rasa tinggi dari sisi arsitektur. Di tempat itu banyak benda bersejarah yang sebenarnya harus mendapatkan perawatan. Di dalam kolam terdapat berbagai umpak. Ada yang menyebut bahwa umpak itu bekas tiang penyangga untuk atap. Namun ada pula yang menyebut bahwa umpak tersebut dulunya sebagai tempat duduk para bangsawan saat berendam.

Melihat bentuknya, kemungkinan pendapat kedualah yang mendkati kebenaran, apalagi jika melihat bentuk batunya yang menyerupai lingga.

Meskipun nama tempatnya ada kata “candi”, namun pemandian Candi Umbul bukanlah sebuah candi. Ia hanya merupakan tempat yang dibangun sebagai peristirahatan kalangan bangsawan pada masanya. Atau bisa saja candinya sudah hilang entah ke mana. Mungkin.

Di kolam pun terdapat sebuah tempat persembahan sesajen yang terbuat dari batu berbentuk cungkup. Konon, sesajen dari batu berukuran kecl ini sudah ada sejak dulu.

Ada dua kolam di Candi Umbul. Yang satu agak panas yang satu lagi agak dingin. Air di kolam ini meskipun mengandung belerang, namun muncul dari dalam tanah langsung, bukan air yang dialirkan secara sengaja dari gunung berapi sebagai mana pemandian air panas di kebanyakan tempat.

Diperkirakan air ini bersumber dari Gunung Api Telomoyo, sebab wilayah Kecamatan Grabak berada di kawasan Gunung Telomoyo, salah satu gunung api yang ada di Kabupaten Magelang (dan Semarang). Meskipun merupakan gunung api, namun Telomoyo tak pernah meletus. Gunung dengan ketinggian 1.894 m dpl ini, berbentuk strato (kerucut) yang bisa dilihat dari Salatiga, Ambarawa, dan Secang, serta Magelang sendiri.

Gunung Telomoyo sendiri menyimpan potensi panasbumi, bahkan telah ditetapkan sebagai Wilayah Kerja Panasbumi (WKP), namanya WKP Candi Umbul Telomoyo. WKP ini ditugaskan kepada PT Geo Dipa Energi untuk diusahakan melalui keputusan Menteri ESDM RI Nomor 1749 K/30/MEM/2017 tentang penugasan pengusahaan panasbumi pada Geo Dipa di WKP Candi Umbul Telomoyo.

PT GDE merencanakan pengembangan sampai dengan Commercial Operation Date (COD) dengan total pembangkitan sekitar 90 MW. Membangun Pembangkit Unit 2 direncanakan selesai tahun 2025 dengan kapasitas pembangkit 30-40 MW dan Unit 3 pada tahun 2029 yang diharapkan mampu menghasilkan 40-55 MW.

Pemaandian air panas Candi Umbul, yang merupakan pemanfaatan langsung panasbumi Candi Umbul Telomoyo, akan sangat ramai pada hari-hari libur. Pengunjungnya pun banyak dari luar Magelang.

Selain untuk mandi, air di Candi Umbul sering dimanfaatkan warga untuk terapi kesehatan. Warga percaya, air di tempat ini berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, di antaranya reumatik, pegal linu dan penyakit kulit. Bahkan ada pula yang menyebutkan air di tempat ini bisa mengembalikan kekuatan dan membuat awet muda. Wallahualam. (es)