Akhir Agustus, Kapasitas Panasbumi PGE Naik Menjadi 672 MW

Akhir Agustus, Kapasitas Panasbumi PGE Naik Menjadi 672 MW

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energi Ali Mundakir (Foto: Dok. PGE)

 

PABUMNews – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), yang kini mengelola kapasitas terpasang energi panasbumi 617 MW, siap mendongkrak pasokan menjadi 672 MW seiring dengan beroperasinya PLTP Lumut Balai I di Sumatera Selatan sebesar 55 MW pada akhir Agustus 2019.

Direktur Utama PGE, Ali Mundakir mengatakan, pada Jumat 9 Agustus 2019 lalu PGE melakukan sinkronisasi pertama (first synchronize) PLTP Lumut Balai Unit 1. Menurutnya, pada tahap sinkronisasi semua berjalan  lancar sehingga pada akhir Agustus ini PLTP tersebut siap beroperasi.

“Kami menargetkan pada akhir Agustus ini Lumut Balai 1 bisa beroperasi komersial,” ungkapnya di hadapan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dalam ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2019 di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Dalam paparannya Ali Mundakir mengungkapkan, PGE kini mengelola 14 wilayah kerja panasbumi. Sebagian dikelola secara mandiri sebagian lagi dikelola dengan skema kerja sama kontrak (joint operation contract/JOC) dengan perusahaan lain.

Kapasitas 617 MW yang dikelola PGE, lanjutnya, berasal dari lima WKP yakni Kamojang 235 MW di Jawa Barat, Ulubelu 220 MW di Lampung, Lahendong 120 MW di Sulawesi Utara, Karaha 30 MW di Jawa Barat, dan Sibayak 12 MW di Sumatera Utara.

Dengan kapasitas sebesar itu, menurut Ali, maka PGE berpotensi menurunkan emisi sebesar 3,2 juta ton CO2 per tahun dan penghematan cadangan devisa migas 29 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Diungkapkannya, PGE menargetkan kapasitas terpasang panasbumi 1.112 MW pada 2026. Penambahan kapasitas panasbumi  dilakukan selain untuk mendukung kemandirian energi juga untuk mendukung target bauran energi yang dicanangkan pemerintah.

Masih menurut Ali, selain yang sudah beroperasi, ada sejumlah WKP yang kini tengah dikembangkan oleh PGE, di antaranya Hululais, Bengkulu; Sungai Penuh, Jambi; dan PLTP unit 2 di Proyek Lumut Balai, Sumsel, serta tiga inisiasi proyek eksplorasi di Seulawah, Aceh; Gunung Lawu, Jawa Tengah; dan Bukit Daun, Bengkulu. (es)