Andil Besar BPPT dan Rekind dalam Pengembangan Panasbumi di Tanah Air

Andil Besar BPPT dan Rekind dalam Pengembangan Panasbumi di Tanah Air

PLTP Kamojang (foto Pabumnesw)

PABUMNews-Dua lembaga milik Pemerintah, yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), berandil besar dalam mendorong pengembangan dan pengusahaan panasbumi di Tanah Air untuk mencukupi kebutuhan listrik. Pengkajian dan penelitian teknologi panasbumi pun terus dilakukan oleh keduanya.

Hasilnya, berkat upaya kedua lembaga tersebut, kini di Indonesia tercipta beberapa teknologi inovatif dalam pengusahaan panasbumi.

Inilah hasil-hasil teknologi inovatif yang berhasil diciptakan oleh BPPT dan PT Rekind

BPPT

Lembaga ini didirikan pada tahun 1976. Nama awalnya, Divisi Advanced Technology Pertamina (APT).

Melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 25 tahun 1978, BPPT dibentuk sebagai Lembaga Pemerintah non Departemen (LPND) dan berada di bawah serta bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Di bidang panasbumi, BPPT telah berhasil mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) skala kecil yang sangat cocok untuk kawasan terpencil di Indonesia.

Selama ini, PLTP memang dibangun dengan skala besar karena memang dibutuhkan anggaran yang sangat besar. Terkait hal itu, BPPT mencoba menciptakan PLTP untuk skala kecil, diantaranya PLTP yang kapasitasnya 500 kw.

Ternyata berhasil. Dengan memanfaatkan uap panas buangan PLTP yang selama ini terbuang percuma, BPPT bisa menciptakan PLTP berkapasitas 500 KW yang bisa menerangi 500 rumah tangga.

PLTP seperti ini dibangun di PLTP Lahendong, Sulawesi Utara. Uap buangan yang suhunya sekitar 100 derajat Celcius dari PLTP Lahendong yang eksisting, dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik hingga 500 kW.

Selain terus mengembangkan PLTP untuk daerah terpencil, BPPT pun terus melakukan penelitian dan pengembangan menciptakan perangkat-perangkat dalam proyek pengusahaan panasbumi. Menurut Kepala BPPT, Unggul Prayitno, perangkat-perangkat buatan dalam negeri ini secara kualitas tak akan jauh beda dengan perangkat buatan luar negeri, namun harganya akan lebih murah.

PT. Rekind

PT. Rekayasa Industri (sering disebut dengan REKIND) BUMN yang didirikan tahun 1981 dan bergerak dalam infrastruktur, baik sipil maupun industri. Di bidang pengembangan panasbumi, perusahaan ini telah membangun belasan pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) dari total 17 pembangkit yang dibangun dan beroperasi dalam 20 tahun terakhir.

Beberapa PLTP yang dibangun oleh Rekind di antaranya adalah PLTP Wayang Windu unit 1 dan 2, PLTP Dieng, PLTP Gunung Salak, PLTP Lahendong unit 2,3,4,5 dan 6, PLTP Kamojang 4 dan 5, dan PLTP Ulubelu 1,2,3 dan 4.

Berbagai inovasi dalam pengerjaan proyek PLTP yang diciptakan Rekind di antaranya metoda jacking pile.  Metode ini sangat mempercepat pekerjaan konstruksi menjadi hanya 2 minggu saja dibandingkan jika menggunakan metoda bore pile yang memerlukan waktu hingga 3 bulan.

Selain itu, Rekind juga melakukan perubahan metode test pada jalur Fluid Collection and Reinjection System (FCRS) dari metode hydrotest menjadi Internal Service Test (IST) dengan menggunakan steam/uap panasbumi. Metode ini memberikan dampak percepatan pekerjaan. Jika menggunakan hydrotest memerlukan waktu kurang lebih 1 bulan, maka metode IST hanya memakan waktu 1 hari saja.

Itulah diantaranya inovasi-inovasi karya anak bangsa yang dihasilkan lembaga pemerintah dalam mendorong pengembangan panasbumi di Tanah Air.  (es)