Bali Bersiap Jadi Pulau Bersih Ramah Lingkungan

Bali Bersiap Jadi Pulau Bersih Ramah Lingkungan

Salah satu pemandian air panasbumi di kompleks Toya Bungkah, Kintamani, Bali

 

PABUMNews– Bali bersiap menjadi pulau bersih yang ramah lingkungan, salah satunya menggunakan energi bersih yang ramah lingkungan pula. Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Bali telah menyusun Pergub tentang Energi Bersih.

Di sisi lain, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pun telah melakukan Pra Feasibility Study (Pra FS) untuk mencari sumber energi panasbumi (geothermal) yang ramah lingkungan di Provinsi Bali.

Menurut Kasi Teknik dan Kelistrikan Dinas Tenaga Kerja & ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, pihak ESDM menemukan tiga titik potensi panasbumi di Bali, yaitu potensi panasbumi di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Kemudian, di kawasan Toya Bungkah, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Dan di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

“Dari tiga lokasi ini, potensi panasbumi di Batur dan Banyuwedang sudah dilaksanakan Pra FS, sementara di Bedugul belum dilakukan karena sudah mendapat penolakan,” katanya saat uji publik Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali tentang Energi Bersih, di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernuran, Niti Mandala Denpasar, Selasa (11/6/2016).

Setiawan menjelaskan, upaya penggalian energi panasbumi di Bali dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik Bali yang ramah lingkungan.

“Kondisi kelistrikan di Bali saat ini, kapasitas terpasang sebesar 1.259 MW dengan bauran energi terbarukan kurang dari 1 persen atau sekitar 4 MW,” ujarnya.

Kapasitas sebesar itu disumbang oleh PLTU Celukan Bawang 380 MW, Kabel Laut 340 MW, PLTG Pesanggaran berbahan bakar LNG (200 MW), PLTGU Gilimanuk 130 MW, PLTGU Pemaron 80 MW dan PLTD Pesanggaran 125 MW.

Menurut Setiawan, Bali diperkirakan akan mengalami peningkatan kebutuhan energi listrik 50 MW. Oleh karena itu, Bali harus menyiapkan kapasitas terpasang antara 1500 sampai 1600 MW pada tahun 2021 hingga 2022.

Terkait rancangan Pergub Energi Bersih, Setiawan mengatakan, penyusunannya merupakan salah satu bentuk inplementasi dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dalam visi itu terdapat 22 misi, di antaranya mengembangkan tata kehidupan krama Bali menata wilayah dan lingkungan yang hijau, indah dan bersih.

“Kemudian adanya regulasi ini terdorong pula dengan adanya amanah Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN) serta Kebijakan Energi Nasional (KEN) untuk meningkatkan bauran energi terbarukan hingga 23 persen pada tahun 2025. (es)