Berikut Kontribusi PLTP Patuha untuk Pemkab Bandung dan Masyarakat Sekitar

Berikut Kontribusi PLTP Patuha untuk Pemkab Bandung dan Masyarakat Sekitar

Dirjen EBTKE FX Sutijastoto bersama jajaran PLTP Patuha di PLTP Patuha, Kabupaten Bandung. (*)

PABUMNews – Keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Patuha di Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang dikelola PT Geo Dipa Energi (GDE), tak hanya sekedar penyedia listrik dari energi bersih panas bumi. Lebih dari itu, memberikan manfaat langsung kepada pemerintah dan masyarakat sekitar.

Hal itu diungkapkan Dirjen EBTKE, Kementerian ESDM, FX Sutijastoto, saat melakukan kunjungan kerja ke PLTP Patuha bersama Komisi VII DPR RI, Jumat (9/10/2020). Ia mengatakan, manfaat langsung bagi masyarakat di antaranya berupa digulirkannya program Community Development yang direalisasikan dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan pengembangan ekonomi untuk masyarakat di sekitar pembangkit.

“Sementara untuk pemerintah, PLTP Patuha memberikan pemasukan dalam bentuk bonus produksi ke kas pemerintah daerah dan pusat. Pemasukan lainnya di antaranya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ke kas pusat,” ujar Sutijastoto.

Menurut Toto, panggilan akrab FX Sutijastoto, sejak tahun 2016 hingga triwulan II tahun 2020, PT.Geo Dipa Energi yang mengelola PLTP Patuha telah mengucurkan biaya Community Development sebesar Rp 11,96 miliar. Program itu diwujudkan lewat kegiatan pendidikan, sosial, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Kemudian, lanjutnya, PT GDE juga telah memberikan pemasukan Bonus Produksi secara langsung ke Kas Umum Daerah Pemkab Bandung dengan total Rp12,83 miliar, untuk periode 2014 – triwulan II 2020. Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada pemerintah sebesar Rp3,77 miliar pada triwulan III tahun 2020.

Pelaksana government drilling

Toto pun mengungkapkan, untuk menyiasati beberapa kendala dalam pengembangan panas bumi, pemerintah sudah melakukan beberapa langkah besar di antaranya melakukan akuisisi data panas bumi.

Akuisisi data ini, lanjutnya, dilakukan dengan government drilling sehingga pengembang terhindar dari risiko eksplorasi.

“Hasilnya nanti akan dilelang kepada pengembang,” ujarnya.

PT Geo Dipa, ungkap Toto, sebagai salah satu special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan, ditunjuk untuk melakukan government drilling di beberapa daerah seperti Wae Sano, Nage, Jailolo, dan Bituang. (es)