Berkunjung ke Lapangan Panasbumi Suoh Harus Bawa Pemandu, Ini Alasannya

Berkunjung ke Lapangan Panasbumi Suoh Harus Bawa Pemandu, Ini Alasannya

Lapangan panasbumi Keramikan di Kecamatan Suoh, Lampung Barat. (*)

PABUMNews – Hati-hati jika Anda berada di kawasan lapangan panasbumi Suoh di Lampung Barat, Provinsi Lampung. Jika tak hati-hati, bisa-bisa kaki Anda terperosok ke lubang panas yang bisa melepuhkan kulit dan daging.

Peristiwa ini dialami oleh salah seorang warga Pekon Gunung Sugih Batubrak, Lampung Barat (Lambar). Namanya Amri Hasbi.

Ditemani dengan belasan kawannya, saat itu ia berangkat untuk memancing. Tiba di kawasan Keramikan, lapangan panasbumi di Suoh yang mirip hamparan keramik, ia melihat seekor katak. Amri pun bersiaga untuk menangkapnya. Namun sayang, ia rupanya lupa bahwa lapisan “keramik” yang diinjaknya tipis sehingga kakinya malah amblas.

Teman-temannya langsung mengangkat badan Amri dan membawanya ke tempat aman. Namun sayang, belerang yang panas melepuhkan kulit dan daging kaki Amri.

Amri pun sempat dirawat di rumah sakit untuk menyembuhkan kakinya.

Peristiwa itu memang sudah agak lama, terjadi pada September 2019 lalu. Namun, salah satu pelajaran yang harus dipetik adalah bahwa berkunjung ke kawasan Suoh, harus membawa pemandu. Hal ini terutama bagi mereka yang belum mengenal kawasan itu.

Suoh sendiri merupakan kecamatan. Lapangan panasbumi di Kecamatan Suoh yakni Keramikan, Dabau Belibis, Danau Minyak, dan Danau Lebar. Nah lokasi-lokasi inilah yang berbahaya. Di sana banyak sekali “perangkap” alam yang bisa membuat Anda terperosok ke lubang panasbumi.

Di Keramikan misalnya. Daerah panasbumi yang telah lama menjadi objek wisata ini dinamai Keramikan, karena hamparan tanahnya dibentuk dari lahar yang mengeras yang kemudian mirip keramik. Warnanya putih kekuningan dan agak transparan. Ketebalannya bervariasi, ada yang puluhan meter tapi ada yang tipis hanya beberapa sentimeter saja. Nah yang tipislah yang berbahaya.

Panasbumi Suoh sendiri telah ditetapkan menjadi Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Suoh. Pengelolanya adalah PT Star Energy. Sekarang ini, Star Energy akan segera memulai melaksanakan survei pendahuluan dan eksplorasi di lokasi itu.

Menurut Gubernur Lampung Arinal Junaedi, WKP Suoh memiliki potensi 495 MW. Jika dimanfaatkan, tentu bisa mengatasi krisi listrik di wilayah Lampung yang kini mencapai 600 MW. (es)