BNPB: Pengeboran Panasbumi Tak Sebabkan Gempa Bumi

BNPB: Pengeboran Panasbumi Tak Sebabkan Gempa Bumi

Akivitas pengeboran panasbumi di Rantau Dedap, Sumatera Selatan (Foto: Supreme Energy)

PABUMNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan, pengeboran panas bumi tidak memicu aktivitas gempa bumi.

Mengutip Antara (Selasa, 29 Oktober 2019), Kepala Sub Direktorat Peringatan Dini BNPB Abdul Muhari, menyatakan, Aktivitas gempa merupakan aktivitas dari bidang patahan di bumi, bukan karena aktivitas lainnya, ” katanya.

Ia menjelaskan, pergerakan bidang gempa dipengaruhi oleh tekanan atau regangan bidang-bidang yang saling bersinggungan, bukan faktor eksternal yang bersifat lokal.

“Analoginya jika beberapa meja disusun saling bersinggungan, ketika satu sisi meja didorong maka seluruh meja akan bergerak. Bidang gempa adalah sisi meja, sedangkan episenter adalah titik awal mendorong meja,” katanya.

Sebelumnya beredar opini warga Kabupaten Maluku Tengah yang menyebutkan bahwa gempa Ambon pada 26 September lalu dipicu oleh aktivtas pengeboran panasbumi.

Muhari menungkapkan, belum ada kajian yang memperlihatkan ada efek dari kegiatan pengeboran dalam memicu kejadian gempa bumi.

“Kejadian gempa Ambon adalah murni fenomena sesar aktif, bukan faktor lain,” katanya.

Menurut Muhari, BNPB saat ini bekerja sama dengan ITB dan BMKG memasang 11 seismograf untuk melakukan pemantauan dan penelitian di wilayah Ambon dan sekitarnya.

Dijelaskannya, pemantauan dan penelitian tersebut bertujuan untuk dapat memetakan dengan lebih detail karakteristik sesar aktif di Ambon agar mitigasi ke depan lebih terarah dan terukur.

Sementara itu akibat gempa Ambon, menurut data pos komando penanganan darurat bencana gempa Maluku per 28 Oktober 2019 mencatat korban meninggal 41 jiwa, luka ringan 226, luka berat 2 dan mengungsi 103.301 jiwa. (es)