BUMN Panasbumi GDE Tandatangani Kerjasama dengan Kejaksaan

BUMN Panasbumi GDE Tandatangani Kerjasama dengan Kejaksaan

Suasana penandatanganan MOU antara PT Geo Dipa Energi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. (*)

PABUMNews – BUMN Panasbumi PT Geo Dipa Energi (GDE), menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. MOU kerjasama ditandatangani di Semarang, Kamis (12/12/2019).

Dierktur Utama GDE, Riki Firmandha Ibrahim, mengatakan, kerjasama dengan Kejati Jawa Tengah dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan listrik tenaga panasbumi yang aman dan ramah lingkungan.

“Kami telah melakukan penandatangan MoU dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara,” kata Riki.

Ditambahkannya, Geo Dipa sebagai BUMN harus menjalankan penugasan dari pemerintah secara hati-hati, terutama dalam proses-proses yang terkait dengan aturan hukum.

“Selain itu, perlu juga dilakukan antisipasi pengamanan dalam sektor ESDM yang perlu dilakukan terhadap potensi gangguan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik itu demografi, geografi, maupun sosial budaya, mengingat PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Dieng Unit 1 telah menjadi objek vital nasional,” katanya.

Setidaknya ada dua hal yang mendorong GDE melakukan kerjasama dengan lembaga penegak hukuk. Pertama, PLTP Dieng Unit 1 ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Subbidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 4385K/30/MEM/2017.

Oleh karena itu, penandatanganan MoU dengan Kejakti Jateng juga merupakan bagian dari pelaksanaan untuk menjaga, mengawal, dan mengawasi aset negara sebagai objek vital nasional.

Kedua, GDE pun kini tengah mengembangkan panasbumi Dieng mulai dar PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Small scale 10 MW. Kegiatan-kegiatan tersebut tentu harus dilakukan sesuai aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku dalam berbagai tahapan.

Riki memaparkan, GDE tengah melaksanakan penugasan dari pemerintah untuk melakukan pengembangan pemanfaatan energi panasbumi di lapangan Dieng, apalagi sejak tahun 2002 tidak dilakukan pengembangan.

“Pengembangan ini harus dilakukan secara hat-hati dalam berbagai tahapan, sesuai aturan yang berlaku,” katanya. (es)