Danau Linow, Cekungan Air Nan Indah di Kawasan PLTP Lahendong

Danau Linow, Cekungan Air Nan Indah di Kawasan PLTP Lahendong

Danau Linow di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (sumber foto: jalan2.com)

PABUMNews- Danau Linow terbentuk dari lubang raksasa bekas letusan Gunung Mahawu. Setelah berproses selama ribuan tahun, lubang raksasa itu kini menjadi cekungan air nan indah dan menjadi objek wisata membanggakan bagi warga Sulawesi Utara. Tak hanya menjadi tujuan wisata bagi wisatawan domestik, tapi juga wisatawan mancanegara.

Lokasi danau ini berada di kawasan PLTP Lahendong, tepatnya Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Dari Manado, sekitar 2 jam perjalanan. Dengan kondisi jalan yang bagus ditambah suasana alam di Tomohon yang indah, perjalanan Anda ke Danau Linow dijamin mengesankan.

Tak diketahui pasti mana yang benar untuk penulisan danau ini, sebab ternyata ada yang menulis Linow, ada juga yang menulis Linou, namun ada juga yang menulis Linoi. Kami memilih menulis Linow karena penulisan itu paling banyak digunakan oleh mereka yang pernah menulis Danau Linow.

Linow berasal dari bahasa Minahasa yaitu lilinowan, artinya tempat berkumpulnya air. Luas danau ini sekitar 46 hektare dengan kedalaman 36 meter, sering disebut juga danau tiga warna sebab airnya sering memunculkan tiga warna. Konon, bila terpancar sinar matahari, warna air di permukaannya bisa tampak kuning, hijau dan merah.

Satu hal yang tak akan Anda lupakan jika berkunjung ke danau ini adalah suasana alam hutannya yang indah. Anda pun akan merasakan hawa sejuk, bahkan cenderung dingin ketika masuk ke Tomohon. Ketika masuk ke Danau Linow, selain akan mencium bau belerang Anda pun akan melihat hamparan air biru Danau Linow yang dikelilingi pepohonan hijau.

Di sekitar danau terdapat beberapa sumber air panas alami yang bisa digunakan untuk mandi. Suhu airnya sekitar 30 derajat atau lebih. Mandi dengan air panas di tengah hawa dingin pegunungan, tentu sangat menyegarkan dan memberikan sensasi tersendiri.

Kebersihan lingkungan di Danau Linow pun cukup terawat. Rumput tertata bagus, di sana sini ada tanaman hias indah. Di pinggir danau pun dibangun jalan setapak untuk pengunjung berjalan-jalan santai menikmati keindahan danau.

Suasana Danau Linow mengingatkan penulis ke Danau Talagabodas, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebagaimana halnya di Talagabodas, di Danau Linow pun di beberapa titik di pinggir danau terlihat bongkahan batu mengeluarkan uap. Kemudian di pinggiran danau di air yang dangkal, keluar gelembung-gelembung udara seperti sengaja disemburkan dari perut bumi. Bedanya dengan Talagabodas, di Danau Linow, udara dan uap yang keluar dari perut bumi tampak lebih lembut.

Jika Anda lapar atau ingin ngopi, di tepian danau ada kafe dan merupakan kafe satu-satunya di danau itu, namanya Kafe Kafekoffie. Di sini ada bakar ikan, dan segala macam menu yang Anda inginkan.

Tapi jangan coba-coba mandi dalam danau, itu sangat berbahaya. Dasar danau ini kadang menipu, kelihatan dari permukaan dangkal padahal dalamnya bisa mencapai puluhan meter.

Tapi jika hanya untuk berkano para pengunjung dibolehkan. Itu pun hanya bisa dilakukan di kawasan pinggiran danau. Jangan coba-coba ke tengah, menurut pengelolanya, di tengah danau ada pusaran yang membahayakan.

Nah, segeralah bawa keluarga Anda untuk mengunjungi danau indah ini….(es)