Di Curug Sirawe, Air Panasbumi Dieng Berbaur dengan Air Sejuk Pegunungan

Di Curug Sirawe, Air Panasbumi Dieng Berbaur dengan Air Sejuk Pegunungan

Curug Sirawe di Banjarnegara dari kejauhan. (Sumber Foto: @mavicgrapher)

PABUMNews – Dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, kerap disebut sebagai tempat para dewa. Hal ini terkait dengan banyaknya situs purbakala peninggalan zaman Hindu, di antaranya candi-candi yang memang bertebaran.

Konon, batu-batu candi di Pegunungan Dieng, diambil dari sebuah curug di lembah Dieng yang ada di Dukuh Bitingan, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Nama curugnya adalah Curug Sirawe. Dari sinilah batu-batu itu diangkat dan dijadikan bangunan candi. Maka menjelmalah candi-candi yang bernama tokoh pewayangan: Candi Arjuna, Semar, Gatotkoco, Srikandi, dan sebagainya.

Percaya atau tidak, konon batu-batu dari Curug Sirawe tersebut tidak dibawa secara manual, tidak pula ditarik oleh alat berat seperti sekarang. Candi-candi itu dibangun abad 17-18, jadi tentu belum ada alat berat secanggih sekarang. Dan jika dibawa secara manual dengan cara dipikul, kemungkinannya pun sangat kecil. Lokasi candi dengan Curug Sirawe sangat jauh dengan medan yang terjal dan membahayakan. Candi berada di atas, sementara Curug Sirawe berada jauh di lembah.

“Menurut para orangtua, batu-batu dari Curug Sirawe diangkat ke lokasi candi dengan menggunakan tenaga dewa. Batu-batu itu disuruh berjalan sendiri sehingga mencapai lokasi,” jelas Sutrisno (51), warga Bitingan.

Tentu tak perlu dibahas kebenaran cerita tersebut, meskipun ada keanehan, batu-batu andesit yang ada di Curug Sirawe memang sama dengan batu-batu candi.

Yang mau dibahas di sini adalah keunikan Curug Sirawe. Curug Sirawe memiliki tiga air terjun yang saling berdekatan. Yang dua, airnya berupa air panas, sementara di bawah, satu curug lagi, airnya sangat dingin pegunungan. Dua curug yang airnya panas tentu berasal dari pemanasan panasbumi Dieng.

Dengan suguhan alamnya yang indah ditambah dengan dibangunnya sejumlah fasilitas, kini Curug Sirawe jadi tempat wisata yang ramai pengunjung. Apalagi pada hari libur, pengunjung tak hanyadatang dari Banjarnegara atau wilayah tetangga seperti Wonosobo, tapi juga Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Mandi di Curug Sirawe yang airnya panas dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, terutama gatal-gatal dan reumatik,” kata Hanif (28) warga Bitingan lainnya.

Panasbumi Dieng memang memberikan anugerah melimpah. Selain energi panasbumi yang ramah lingkungan yang kini dinikmati jutaan orang, juga memberikan keindahan alam yang menakjubkan.

Di Curug Sirawe sekarang tersedia kolam berendam. Ada pula gazebo di pingir-pingir kolam. Baik kolam maupun gazebo sengaja dibuat warga agar pengunjung ke Curug Sirawe betah.

Untuk sampai lokasi curug, pengunjung harus berjalan kaki di jalan setapak sepanjang sekitar satu kilometer dari permukiman warga. Di sepanjang jalan, Anda akan disuguhi dengan hijaunya perkebunan sayur. Sayur memang menjadi salah satu komoditas penting bagi warga Bitingan.

Konon, karena Curug Sirawe menjadi tempat berbaurnya air panas alami yang bersumber dari panasbumi Dieng dengan air dingin pegunungan yang menyejukkan, maka lokasi ini menjadi salah satu kesukaan para dewa. Di Curug Sirawelah para dewa bersemayam. Entahlah! (es)