Dorong Percepatan Pemanfaatan Panas Bumi, Kementerian ESDM Pantau Progres Pembangunan Dua PLTP

Dorong Percepatan Pemanfaatan Panas Bumi, Kementerian ESDM Pantau Progres Pembangunan Dua PLTP

Gedung Ditjen EBTKE Kementerian ESDM. (Foto: Has/Pabumnews)

PABUMNews – Kementerian ESDM terus memantau progres pembangunan dua pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang kini hampir masuk tahap finalisasi.

Kedua PLTP tersebut adalah yaitu PLTP Rantau Dedap Unit I dan II dengan kapasitas masing-masing sebesar 49,2 MW. PLTP yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan ini ditargetkan COD pada Februari 2021.

PLTP yang satunya lagi adalah PLTP Sokoria Unit 1 dan 2 yang dikembangkan oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI). Lokasinya berada di Sokoria, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas yang akan dikembangkan 2×5 MW.

PLTP Rantau Dedap

PLTP ini dikembangkan oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD). Empat wellpad dan 6 sumur telah dikerjakan di tahap eksplorasi dan telah dilakukan pengeboran 18 sumur di 7 wellpad (termasuk 12 sumur pengembangan).

Menurut pihak SERD yang disampaikan kepada tim Kementerian ESDM saat mengunjungi lokasi pembangunan pada awal 2020 lalu, teknologi yang akan digunakan untuk powerplant yaitu dual flash dengan acid injection. Penyelesaian pekerjaan ditargetkan Januari 2021 sesuai usulan kontraktor EPC.

Sementara itu, berdasarkan data dari PT. PLN (Persero), pembangunan transmisi 150 kV GITET Lumut Balai-PLTP Rantau Dedap pun telah dilakukan.

PLTP Rantau Dedap merupakan kesuksesan kedua bagi Supreme Energy yang sebelumnya sukses membangun PLTP Muara Laboh.

Dirjen EBTKE, Kementerian ESDM, FX Sutijastoto mengatakan, koordinasi secara intensif dengan aparat pemerintah daerah setempat pun terus ditingkatkan di sekitar area proyek untuk menyampaikan apresiasi dan meminta dukungan masyarakat untuk kelancaran pelaksanaan proyek.

“Ketika PLTP Rantau Dedap beroperasi, tentunya masyarakat melalui Pemda juga akan merasakan tambahan manfaat langsung berupa bonus produksi. Selain itu, pelaksanaan community development juga akan terus berjalan selama PLTP beroperasi,” jelas Sutijastoto.

PLTP Sokoria

Sebenarnya, PLTP Sokoria ditergetkan beroperasi September 2020 ini. Namun dalam perjalanannya ada berbagai kendala sehingga target COD diperkirakan akan mundur, apalagi sekarang dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19.

Kepala Subdit Penyiapan Program Panas Bumi, Havidh Nazif, yang memimpin Tim Inspeksi EBTKE ke lokasi Sokoria menyampaikan bahwa PT. SGI perlu berkoordinasi dengan PLN terkait penyelesaian pekerjaan konstruksi transmisi, pembebasan lahan, dan isu sosial.

Ia pun menyarankan agar PT. SGI segera memulai melakukan pemberdayaan masyarakat, melalui penyuluhan, bimbingan teknis, dan livelihood restoration sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dengan kehadiran PLTP.

Proyek PLTP Sokoria merupakan salah satu proyek Strategis Nasional yang harus didukung dan dilindungi oleh seluruh masyarakat karena bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas. (Ref)