DPR Sebut Perhatian Pemerintah terhadap Perusahaan Panasbumi GDE Masih Kurang

DPR Sebut Perhatian Pemerintah terhadap Perusahaan Panasbumi GDE Masih Kurang

Anggota Komisi XI DPR RI berfoto bersama jajaran manajemen PT Geo Dipa Energi. (*)

PABUMNews – Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyebut perhatian pemerintah terhadap BUMN panasbumi PT Geo Dipa Energi (GDE) masih kurang. Hal itu terlihat dari kecilnya penyertaan modal negara (PMN) yang diterima GDE, sementara GDE memiliki tugas sebagai agen Special Machine Vehicle (SMV).

“Baru satu kali Geo Dipa mendapatkan PMN. Dalam pelaksanaannya support justru datang dari perusahaan multi nasional asing, bukan dari Pemerintah Indonesia sendiri,” ungkap Heri saat berkunjung ke Geo Dipa Area Patuha, Kamis (24/1/2020) lalu bersama anggota DPR RI lainnya.

Heri menilai, kurangnya penyertaan modal negara tersebut mengakibatkan GDE agak kesulitan untuk mengembangkan produksinya.

“Ada kesulitan bagi Geo Dipa untuk membesar, padahal sebagai satu-satunya BUMN yang bergerak di panasbumi, GDE harusnya mendapat support lebih dari pemerintah,” tegasnya.

Ditambahkannya, saat ini GDE telah mengajukan PMN dengan nilai sekitar Rp 700 miliar. Dana itu dialokasikan untuk pengembangan lapangan panasbumi baik Patuha maupun Dieng.

“Tahun 2015 lalu, PMN yang didapatkan Geo Dipa Energi mencapai sekitar Rp 2 triliun dan mampu meraup laba mencapai Rp 140 miliar. Sementara sekarang GDE mengajukan PNM sebesar Rp 700 miliar,” jelasnya.

Heri berharap, ke depan GDE mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah sehingga energi bersih yang dihasilkan GDE pun terus meningkat.
.
Sementara itu, Direktur Utama GDE Riki Ibrahim menjelaskan, PMN yang diberikan kepada perusahaan adalah bagian ekuitas perseroan dalam meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat struktur permodalan dalam rangka pembangunan unit 2.

“Selain itu, PMN yang diberikan juga mendukung GeoDipa dalam pemenuhan target pemerintah sesuai Road Map Pengembangan Energi Panas Bumi Indonesia tahun 2019-2030, serta sasaran bauran energi terbarukan sebesar 23 persen di tahun 2025,” kata Riki.

Menurutnya, PMN yang diberikan oleh pemerintah dan disahkan DPR sebagai awal dari pengembangan lapangan panasbumi unit Dieng dan Patuha yang memiliki potensi hingga 800 MW dengan total investasi sekitar Rp 25,6 triliun sampai tahun 2035. (es)