Dukung Pemanfaatan Energi Bersih Panasbumi, Dua Kegiatan Ini Jadi Prioritas BPPT

Dukung Pemanfaatan Energi Bersih Panasbumi, Dua Kegiatan Ini Jadi Prioritas BPPT

PLTP Binary Cycle (BC) di PLTP Lahendong, Sulawesi Utara. (foto Dok. ESDM)

PABUMNews- Sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam pemanfaatan energi bersih ramah lingkungan dan mengurangi pemanfaatan energi fosil, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kini terus melakukan rancang bangun pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP).

Dari laman bppt.go.id, diketahui bahwa lembaga ini kini tengah mengembangkan PLTP skala kecil dan ini menjadi program prioritas nasional dengan dua kegiatan utama.

Pertama, pengembangan PLTP dengan teknologi condensing turbine dengan kapasitas 3 hingga 5MW. Pembangunan PLTP 3 MW telah dibangun di PGE Area Kamojang, Jawa Barat, beberapa tahun lalu. Sebagai tindak lanjut, kini pihak BPPT bekerjasama dengan PLN (Persero) sedang melakukan pengujian pembangkitan listrik yang diinterkoneksi ke jaringan 20 kV milik PLN. Sedangkan untuk pembangunan PLTP 5 MW, BPPT sedang melakukan studi kelayakan.

Kedua, pengembangan PLTP teknologi binary cycle (BC) dengan kapasitas 500 kW. Rekayasa PLTP ini dilakukan dengan GZF, lembaga riset Jerman.

Kontruksi dan instalasi sistem PLTP BC 500 KW selesai dibangun tahun 2016, dan sejak tahun 2017, beroperasi di Indonesia.

PLTP 3 MW di Kamojang

Kepala BPPT, Hammam Riza, mengatakan, PLTP 3 MW di Kamojang merupakan kerjasama dengan PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) Area Kamojang yang sarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

“PLTP 3 MW Kamojang ini merupakan pilot plant yang seluruhnya merupakan hasil rancang bangun para perekayasa BPPT, komponen utamanya didesain oleh BPPT dan dimanufaktur oleh industri dalam negeri. TKDN-nya mencapai 70 persen,”tutur Hammam saat uji coba PLTP 3 MW Kamojang, Kabupaten Bandung. Saat itu Hammam masih menjadi Deputi di BPPT.

Menurut Hammam, hasil self-assessment terhadap PLTP 3 MW ini, menunjukkan nilai TKDN PLTP Kamojang jauh di atas ketentuan Peraturan Menteri (Permen) Perindustrian yang menetapkan TKDN untuk PLTP sampai dengan 5 MW adalah sebesar 42 persen.

PLTP BC 500 kV

PLTP Binary Cycle dibangun di Lahendong, Sulawesi Utara. Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) BPPT, Eniya L. Dewi mengatakan sistem PLTP 500 kW Lahendong merupakan sistem smale scale binary cycle plant.

“PLTP ini memanfaatkan uap panas bumi basah yang tidak bisa digunakan PLTP konvensional. Selain itu, PLTP ini bisa juga digunakan untuk memanfaatkan air panas sisa PLTP konvensional sehingga menambah efisiensi total dan menambah kapasitas pembangkitan. PLTP ini dapat digunakan sebagai model pemanfaatan sumur panas bumi dengan uap basah yang menjadi karakteristik kebanyakan sumber panas bumi di Indonesia, terutama Sumatera dan Sulawesi,” papar Eniya.

Sementara Hammam dalam berbagai kesempatan mengungkapkan, PLTP skala kecil perlu dikembangkan untuk menjangkau pulau-pulau kecil yang memiliki potensi panas bumi. Hal ini penting mengingat PLTP skala kecil jarang dilirik pengembang karena dinilai tidak ekonomis. (es)