EDC Segera Garap WKP Graho Nyabu Jambi

EDC Segera Garap WKP Graho Nyabu Jambi

PABUMNews- Energy Development Corporation (EDC), pengembang panasbumi asal Filipina akan segera menggarap WKP Graho Nyabu, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi dan panasbumi Kabupaten Muko-muko, Provinsi Bengkulu.

EDC merupakan pengembang panasbumi raksasa yang menguasai sebagian besar kapasitas terpasang energi panasbumi di negaranya. Seperti diketahui, perusahaan itu telah menandatanani kontrak PSPE saat digelar IIGCE 2018 awal September lalu di Jakarta. Nilai investasi yang akan ditanamkan dalm proyek tersebut adalah US$ 10,05 juta atau sekitar Rp 150 miliar (USD 1 = Rp 4.800).

Presiden dan Chief Operating Officer EDC, Richard B. Tantoco, mengatakan, proyek tersebut merupakan proyek panasbumi pertama di Indonesia.

“Kami akhirnya mendapat apa yang mereka sebut di Indonesia hak PSPE … PSPE adalah setara dengan kontrak layanan energi terbarukan di Filipina,” katanya seperti dirilis Manila Bulletin 25 September 2018 lalu yang kemudian dirilis kembali Thinkgeoenergy.

Data dari Kementerian ESDM menyebutkan, WKP Graho Nyabu memiliki cadangan terduga sebesar 200 Megawatt (MW) dengan rencana kapasitas pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) sebesar 110 MW.

Kapasitas Energi Listrik EDC di Filipina

Kendati demikian Tantoco mengatakan, masih sangat dini untuk memberikan penilaian tentang potensi sumber daya dan kapasitas yang bisa ditargetkan serta dihasilkan oleh lapangan panasbumi tersebut.

“Perusahaan masih melakukan survei konstruksi jalan, jadi mungkin jika semuanya berjalan lancar, kami akan melakukan pengeboran dalam 18-24 bulan,” ungkapnya lagi.

Ditambahkannya, pihaknya akan bekerja sama dengan perusahaan Indonesia dalam menggarap proyek tersebut.

“Kami selalu terbuka. Menurut undang-undang Indonesia, kita harus memiliki mitra ekuitas 5,0 persen, ”jelasnya.

Indonesia adalah negara Asia Tenggara pertama yang dikuasai oleh EDC. Perusahaan ini merupakan produsen energi panas bumi terbesar di Filipina. (es)