Energi Panasbumi Siap Penuhi Peningkatan Kebutuhan Listrik di Halmahera

Energi Panasbumi Siap Penuhi Peningkatan Kebutuhan Listrik di Halmahera

PABUMNews-Pulau Halmahera yang terletak di provinsi Maluku Utara memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, baik pertambangan logam, perikanan, pertanian serta potensi panasbumi.

Halmahera yang memiliki potensi hipotetik mineral nikel sebesar 238 juta ton dan potensi terduga panasbumi sebesar 425 Mwe, diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan SDA berbasis energi bersih.

Untuk mempercepat pengembangan ekonomi di Provinsi Maluku Utara tersebut, Pemerintah membagi Halmahera menjadi dua klaster berdasarkan letak wilayah, yaitu Halmahera Utara (Klaster Ekonomi 1) dan Halmahera Selatan (Klaster Ekonomi 2). Klaster Ekonomi 1 didominasi oleh industri pertambangan logam sementara Klaster Ekonomi 2 potensinya lebih beragam.

“Pulau Halmahera diharapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan percontohan pengembangan energi bersih. Untuk memenuhi potensi ekonomi ini, kebutuhan listrik pun akan meningkat, setidaknya mencapai 700 MW dalam beberapa tahun ke depan” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, FX Sutijastoto pada acara FGD Klaster Ekonomi Berbasis Energi Bersih dan Mineral Di Pulau Halmahera di Jakarta (15/5/2018).

Diungkapkan Sutijastoto, pemenuhan proyeksi peningkatan kebutuhan listrik untuk industri di Halmahera akan memanfaatkan potensi panasbumi. Pengembangan panasbumi selain ramah lingkungan juga memberikan ketahanan energi di masa depan, mengingat panasbumi tidak tergantung kepada fluktuasi harga energi dunia. Saat ini untuk panasbumi di Pulau Halmahera, sudah tiga wilayah mendapat izin pengelolaan WKP yaitu WKP Gunung Hamiding, SongaWayaua dan Jaillolo.

Potensi pasokan panasbumi dari WKP Gunung Hamiding yang dikelola oleh PT Star Energy Geothermal memiliki cadangan terduga 265 MW dan upsidepotential pengembangan lapangan dapat mencapai 795 MW dengan target CommercialOperation Date (COD) pada tahun 2024. PT PLN (Persero) mengelola dua WKP yaitu WKP Jailolo dengan cadangan terduga 70 MW dan WKP SongaWayaaudenganpotensi sebesar 10 MW.

Sedangkan untuk penyiapan fasilitas pendanaan proyek pengembangan panasbumi, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero memiliki peran yaitu pengelolaan dana pengembangan infrastruktur sektor panas bumi (PISP), penugasan dari Kementerian Keuangan dalam fasilitas penyediaan data dan informasi panas bumi, kolaborasi dengan institusi bilateral dan multilateral dalam mekanimesme pengurangan risiko tahap eksplorasi serta pembentukan geothermalprojectmanagement unit (PMU) PT SMI.

“PT Sarana Multi Infrastruktur sedang melakukan evaluasi terhadap evaluasi proposal di WKP Jailolo, dimana dijadwalkan screening awal akan dilakukan pada pertengahan 2018, penugasan pada akhir 2018 dan drilling pada akhir 2020.” Ungkap Kepala Divisi Pembiayaan Daerah PT SMI (Persero), Erdian Dharmaputra pada kesempatan tersebut. (dari esdm.go.id)