Face Shield, APD Wajib di Lingkungan Ditjen EBTKE untuk Cegah Covid-19

Face Shield, APD Wajib di Lingkungan Ditjen EBTKE untuk Cegah Covid-19

PABUMNews- Selain masker, face shield kini menjadi alat pelindung diri (APD) yang banyak digunakan masyarakat dalam memasuki kenormalan baru atau new normal. Begitu juga pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM. Pelindung wajah yang transparan ini menjadi sahabat mereka saat menunaikan tugas, terutama saat pergi dan pulang kantor.

“Face shield jadi salah satu peralatan ‘perang’ mineru menuju kenormalan baru ke kantor nih!” tulis admin gruf FB Mineru.

Mineru merupakan grub FB di lingkungan EBTKE.

Sebelumnya, untuk mencegah penyebaran Covid-19, EBTKE mengalihkan semua layanan tatap muka menjadi layanan daring (online). Dan kini, seiring dengan diterapkannya kenormalan baru, layanan tatap muka dibuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya para pegawai EBTKE wajib mengenakan face shield.

Apalagi Kantor Ditjen EBTKE berada di seberang Stasiun Cikini, dan face shield merupakan APD wajib saat naik kereta.

Dirangkum dari berbagai sumber, face shield memang dianggap bisa memberikan proteksi dari penularan Covid-19, baik untuk orang lain maupun diri sendiri. Perisai wajah ini bisa melindungi area mata, hidung dan mulut pemakainya dari paparan virus sampai 96% saat digunakan dalam jarak setengah meter dari orang yang batuk.

Jadi, face shiled jauh lebih efektif ketimbang masker dalam mencegah penularan Covid-19, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Kita ketahui, masker hanya melindungi mulut dan hidung sementara mata tetap terbuka. Efektivitas masker pun masih diragukan sebab banyak bahan yang ternyata bisa ditembus droplet ukuran mikro.

Kelebihan lainnya, face shiled juga ramah terhadap orang berkebutuhan khusus terutama untuk pengidap bisu tuli yang mengandalkan pembacaan mulut untuk berkomunikasi. Face shiled yang terbuat dari bahan transparan memungkinan orang berkebutuhan khusus tersebut membaca gerakan bibir kita.

Direktorat Jenderal EBTKE memang serius menerapkan langkah-langkah strategis dan prosedur pengamanan untuk mencegah penyebaran virus corona. Setiap pegawai mendapatkan paket medical kit, set lengkap berisi masker, tissue basah, vitamin c dan multivitamin peningkat imun tubuh.

“Prosedur ketat pun diberlakukan bagi seluruh orang yang akan memasuki kantor, petugas medis sudah siaga di sini”, ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE, M. Halim Sari Wardana Maret 2020 lalu.

Kemudian per Kamis tanggal 19 Maret 2020, Dirjen EBTKE telah membentuk Tim Khusus Pencegahan dan Percepatan Penanganan Penyebaran COVID-19. Tim ini berfokus dan bertanggung jawab pada kebersihan dan desinfektan, pencegahan dini dan daya tahan tubuh, penanganan indikasi dan suspect, pengawasan dan resiko serta pada layanan call center di lingkungan EBTKE. (Has)