Indonesia Gantikan Amerika Serikat sebagai Pelopor Panasbumi

Indonesia Gantikan Amerika Serikat sebagai Pelopor Panasbumi

PABUMNews – “Indonesia menggantikan AS sebagai pelopor panasbumi pada tahun 2027, kata para analis”. Begitu judul berita yang dirilis situs luar negeri, nsenergybusiness.com, anak media ns.com, pada 28 Oktober 2019.

Andrew Fawthrop, penulis berita itu, mengungkapkan sejumlah alasan mengapa Indonesia akan menyalip Amerika (yang sekarang menjadi negara dengan kapasitas panasbumi terbesar di dunia).

Dengan mengutip data-data dari GlobalData, berita itu menyatakan, proyek-proyek baru di Indonesia yang akan beroperasi beberapa tahun ke depan, akan bisa menyusul AS sebagai negara terkemuka di dunia untuk kapasitas panasbumi.

Negara ini (Indonesia), lanjutnya, saat ini memiliki empat PLTP terbaik dan terbesar di dunia. Selain itu, proyek-proyek yang ditargetkan beroperasi di masa-masa mendatang dan saat ini dalam berbagai tahap pengembangan, akan mendongkrak kapasitas panasbumi Indonesia menjadi 5 GW.

“PLTP Gunung Salak di Indonesia, yang beroperasi sejak 1994, memiliki kapasitas aktif terbesar saat ini 375 MW, sementara proyek Sarulla 1, yang baru beroperasi dua tahun lalu, telah menghasilkan 330MW.

Berita itu pun menurunkan data 10 PLTP terbaik dan terbesar di dunia. Dari 10 PLTP yang diklaim terbaik tersebut, empat PLTP di Indonesia masuk di dalamnya, bahkan PLTP Gunung Salak ditempatkan di urutan 1, kemudian PLTP Sarulla 1 di urutan kedua. Sementara PLTP Darajat ditempatkan di urutan ke empat, dan PLTP Wayang Windu di urutan keenam (lihat tabel).

Intinya, berita itu menyatakan bahwa pemanfaatan energi panasbumi di Indonesia sekarang ini sedang tumbuh. Bahkan Bank Dunia telah menyetujui pinjaman $ 150 juta untuk Indonesia untuk investasi dalam infrastruktur tenaga panasbumi. Pinjaman itu disertai pula dengan dana hibah sebesar $ 127,5 juta dari Green Climate Fund dan the Clean Technology Fund.

Benarkah Indonesia akan menyalip Amerika pada tahun 2027?

Pertanyaan itu tentu harus diluruskan. Persoalan inti dari panasbumi, bukan menyusul atau tidak menyusul Amerika, tapi mampukah energi bersih yang melimpah dan merupakan local wisdom negeri ini dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat? (es)