Inilah Daftar Wilayah Kerja Panas Bumi yang Dieksplorasi Pemerintah dari Tahun 2020 hingga 2024

Inilah Daftar Wilayah Kerja Panas Bumi yang Dieksplorasi Pemerintah dari Tahun 2020 hingga 2024

Gedung Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM. (Foto: Has/Pabumnews)

PABUMNews – Pemerintah lewat Kementerian Eenergi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melaksanakan government drilling di 20 WKP dari 2020 hingga 2024.

“Ini eksplorasi, dan merupakan strategi untuk mendorong percepatan pemanfaatan panas bumi,” kata Direktur Panas Bumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, dalam ajang Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2020, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Ida menyatakan, pengeboran eksplorasi ini dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas data wilayah kerja panas bumi sebelum ditawarkan kepada badan usaha.

“Nantinya setelah dilakukan pengeboran eksplorasi, pemerintah akan menawarkan WKP-WKP tersebut kepada badan usaha untuk dikembangkan melalui proses tender,” ujarnya.

Dijelaskannya, ke-20 WKP tersebut memiliki potensi sumber daya mencapai 1.844 megawatt (MW) dan rencana pengembangan hingga 683 MW.

Tahapan eksplorasi, lanjut Ida, merupakan tahapan paling berisiko dalam upaya pemanfataan panas bumi, dengan anggaran sangat besar.

“Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan melakukannya dan hasilnya nanti akan ditawarkan kepada badan usaha,” jelasnya.

Berikut daftar 20 WKP yang akan dieksplorasi oleh pemerintah:

(Keterangan: SD (sumber daya), RP (rencana pengembangan))
Aceh: Lokop (SD 41 MW, RP 20 MW)
Sumatra Utara: Sipoholon Ria-Ria (SD 60 MW, RP 20 MW)
Kalimantan Utara: Sajau (SD 17 MW, RP 13 MW)
Sulawesi Tengah: Bora Pulu (SD 123 MW, RP 40 MW), Marana (SD 70 MW, RP20 MW)
Sulawesi Selatan: Bittuang (SD 28 MW, RP 20 MW), Limbong (SD 20 MW, RP 5 MW)
Maluku Utara: Jailolo (SD 75 MW, RP 30 MW)
Maluku: Banda Baru (SD 54 MW, RP 40 MW)
NTT: Nage (SD 39 MW, RP 20 MW), Maritaing (SD 190 MW, RP 30 MW)
NTB: Sembalun (SD 100 MW, RP 20 MW)
Bali: Gunung Batur-Kintamani (SD 58 MW, RP 40 MW)
Jawa Tengah: Guci (SD 100 MW, RP 55 MW)
Jawa Barat: Cisolok Cisukarame (SD 45 MW, RP 20 MW), Gunung Galunggung (SD 289 MW, RP 110 MW), Gunung Tampomas (SD 100 MW, RP 45 MW), Gunung Ciremai (SD 60 MW, RP 55 MW), Gunung Papandayan (SD 195 MW, RP 40 MW)
Banten: Gunung Endut (SD 180 MW, RP 40 MW)

Untuk WKP Cisolok-Sukarame di Kabupaten Sukabumi, tim Kementerian ESDM sudah dari bulan Agustus lalu melakukan persiapan pengeboran, mulai dari sarana prasarana hingga perizinan.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami pun menyatakan dukungannya atas rencana ini. Marwan menekankan Pemda Sukabumi siap mendukung untuk segala perijinan yang dibutuhkan untuk mempercepat kegiatan ini.

“Percepatan pengembangan panas bumi bisa ikut mengembangkan wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi”, kata Marwan.