Inilah Progres Pengembangan Panas Bumi Indonesia

Inilah Progres Pengembangan Panas Bumi Indonesia

Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Darajat. (*)

PABUMNews – Saat ini kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Indonesia baru 2.130,7 MW atau baru 8 persen dari potensi panas bumi yang bisa dimanfaatkan.

Kemudian berdasarkan roadmap pengembangan panas bumi, kapasitas panas bumi nasional akan mencapai 8.007,7 MW pada 2030. Target ini mundur dari target RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) yang sebesar 7.241,5 MW di 2025.

Menurut Direktur Panas Bumi, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, untuk mencapai target sesuai roadmap, ada 177 proyek panas bumi yang kini dalam tahap perencanaan hingga 2030 dengan total kapasitas 5.877 MW.

“Untuk melaksanakan ke-177 proyek tersebut, dibutuhkan investasi US$ 29,39 miliar. Asumsinya, untuk 1MW dibutuhkan investasi US$ 5 juta,” kata Ida, Kamis (18/6/2020).

Ida pun menjelaskan progres pengembangan panas bumi sekarang ini. Menurutnya, saat ini ada 57 proyek di 28 wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan total kapasitas 2.232 MW sudah memiliki perjanjian jual beli listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero).

Kemudian, 44 proyek di 34 lapangan panas bumi dengan total kapasitas 1.630 MW telah masuk Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), namun belum memiliki PJBL.

Sementara sebanyak 76 proyek potensial di 54 wilayah dengan kapasitas total 2.015 MW yang belum masuk RUPTL,.

Sedangkan berdasarkan target COD, saat ini sebanyak 29 proyek dengan kapasitas 740 MW ditargetkan beroperasi pada 2020-2024. Kemudian sebanyak 71 proyek dengan kapasitas total 2.872 MW ditargetkan mulai beroperasi di 2025-2028. Sedangkan 77 proyek berkapasitas 2.265 MW direncanakan baru akan mulai operasi di 2029-2030.

“Kemudian berdasarkan lokasi, sebanyak 116 proyek berkapasitas 5.085 MW ada di Indonesia bagian barat dan 61 proyek berkapasitas 792 MW di Indonesia bagian timur,” ujar Ida.

Ditambahkannya, pada tahun ini kapasitas terpasang PLTP ditargetkan naik menjadi 2.270,7 MW. (es)