Jawa Barat Peroleh Bonus Produksi Panasbumi Paling Besar

Jawa Barat Peroleh Bonus Produksi Panasbumi Paling Besar

Direktur Panasbumi Ida Nuryatin Finahari berfoto bersama sejumlah wakil daerah penghasil panasbumi

PABUMNews- Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, bonus produksi dari PLTP untuk kuartal III tahun 2018, nilainya sebesar Rp 41,73 miliar. Bonus sebesar itu, sebagian besar, tepatnya Rp 30,98 miliar menjadi milik daerah-daerah penghasil panasbumi di wilayah Jawa Barat, termasuk Garut, Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung, sementara sisanya di untuk daerah luar Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Direktur Panas Bumi, Ditjen EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi), Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari dalam sosialisasi Capaian Kinerja ESDM dan upaya lingkungan hidup di Hotel Green Kamojang, Jl. Raya Kamojang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, (2/11/2018).

Hadir dalam kesempatan itu wakil tiga kabupaten penghasil panasbumi yakni Kabupaten Bandung, Garut dan Tasikmalaya. Dari Garut, hadir langsung Bupati Garut Rudy Gunawan.

Menurut Ida, bonus produksi untuk Kuartal III tersebut hingga kini masih direkonsiliasi, namun dari jumlah itu sebesar Rp 30,98 miliar untuk wilayah Jawa Barat. Sementara bonus produksi dari 2014 sampai kuartal II 2018 yang telah masuk ke kas pemda mencapai Rp 185,18 miliar.

“Mayoritas pemerintah kabupaten yang menikmati bonus produksi panasbumi berada di Jawa Barat di antaranya Garut,” ungkapnya.

Menurut Ida, bonus produksi panasbumi merupakan salah satu bentuk pemanfaatan pengembangan panasbumi agar dirasakan langsung oleh daerah penghasil. Besaran dan tata cara pemberiannya diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 23 Tahun 2017. Dalam PP itu disebutkan bonus produksi yang harus dibayarkan pengembang sebesar satu persen dari pendapatan kotor untuk kegiatan penjualan uap panasbumi. Sedangkan untuk penjualan listrik, bonus produksinya ditetapkan lebih rendah, yakni 0,5 persen dari pendapatan kotor.

Lebih jauh Ida memaparkan, hingga kuartal III/2018, panasbumi pun telah menyumbangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 1,14 triliun. Nilai ini melampaui nilai yang ditargetkan sebesar Rp700 miliar.

Dari nilai Rp 1,14 triliun PNBP panasbumi, Jawa Barat menjadi kontributor terbesar dengan total penerimaan mencapai Rp 1,102 triliun. Hal ini karena Jawa Barat memiliki banyak PLTP di antaranya terdapat enam PLTP, di antaranya PLTP Salak di Cibeureum, Parabakti dengan kapasitas total 377MW, PLTP Wayang Windu di Pengalengan dengan kapasitas total 227MW, PLTP Patuha dengan kapasitas total 55MW, PLTP Kamojang dengan kapasitas total 235MW, PLTP Darajat dengan kapasitas total 270MW, dan PLTP Karaha dengan kapasitas total 30MW. (es)