Kabar Baik untuk Pecinta Alam, Blue Fire di Kawah Gunung Ijen Bisa Disaksikan Kembali

Kabar Baik untuk Pecinta Alam, Blue Fire di Kawah Gunung Ijen Bisa Disaksikan Kembali

PABUMNews – Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Ijen di Jawa Timur resi dibuka kembali sejak Sabtu (11/7/2020). Pembukaan dilakukan oleh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jatim dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim.

Kepala Bakorwil V Pemerintah Provinsi Jatim, Tjahjo Widodo, mengatakan, meski sudah dibuka, pengunjung Kawah Ijen diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti harus memakai masker, pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan, dan physical distancing.

“Waspada terhadap Covid-19 tetap harus dijaga,” kata Tjahjo Widodo saat pembukaan TWA Kawah Gunung Ijen di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi.

Sementara itu, Kepala BKSDA Wilayah III Jatim, Setyo Utomo mengatakan, untuk menghindari penyebaran Covid-19, selain ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh pengunjung, jumlah pengunjung pun dibatasi.

“Pengunjung dibatasi hanya 225 wisatawan tiap harinya, atau 50 persen dari kuota pengunjung sebelum masa pandemi. Selain itu, pemesanan tiket pun dilakukan secara online. Harga tiket tetap, tak berubah,” paparnya.

Setyo mengatakan, pemesanan tiket dilakukan di laman https://ijenbluefire.bbksdajatim.org.

Kawah Gunung Ijen menjadi bagian dari wilayah kerja panas bumi (WKP) Blawan Ijen. Pengelolaan dan pemanfaatan panas bumi di WKP ini kini dipegang oleh Medco Energy.

Lepas dari itu, kawah Gunung Ijen merupakan salah satu kawah eksotis di dunia dan menghadirkan keajaiban langka. Semua pendaki dan pecinta alam pasti tahu bahwa hanya ada dua kawah di dunia yang mengeluarkan api biru (blue fire). Satu di Islandia, satu lagi ya Kawah Ijen.

Kalau diamati, blue fire di kawah Ijen ini mirip nyala api di kompor elpiji. Nah api biru ini menyala di hamparan kawah. Sayangnya, api alami ini hanya bisa disaksikan pada saat dinihari, antara pukul 02.00 hngga pukul 03.00.

TWA Kawah Gunung Ijen ditutup sejak Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Setyo menjelaskan sebelum masa pandemi, di hari biasa Kawah Ijen bisa dikunjungi rata-rata 100-200 orang lebih. Namun di saat hari libur atau peak season, pengunjung bisa mencapai 4000 orang.

Tiap tahun Kawah Ijen menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 4 miliar. Dengan demikian tiap bulan rata-rata PNBP Kawah Ien mencapai Rp 300-400 juta. Di masa pandemi, saat Kawah Ijen ditutup sejak Maret lalu, telah kehilangan potensi PNBP sekitar Rp 1 miliar. (Den)