Keren, Green Bond Star Energy Geothermal Jadi Rebutan Investor Global

Keren, Green Bond Star Energy Geothermal Jadi Rebutan Investor Global

Salah satu instalasi PLTP Gunung Salak yang dikelola Star Energy Geothermal. (*)

PABUMNews – Green bond yang diterbitkan Star Energy Geothermal Salak dan Star Energy Geothermal Darajat II ternyata jadi rebutan investor global.

Green bond yang diterbitkan senilai 1,11 miliar dolar AS tersebut, mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed sebanyak 3,5 kali.

“Permintaan ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap tata kelola dan kemampuan operasional Star Energy,” kata CEO Group Star Energy Geothermal, Hendra S. Tan, Rabu (14/10).

Green bond ini merupakan penerbitan kedua dari Star Energy Geothermal Group. Sebelumnya, April 2018, Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Limited menerbitkan green bonds senior senilai 580 juta dolar AS yang dijamin dengan tenor 15 tahun atau jatuh tempo pada April 2033.

Sementara green bond yang diterbitkan kali ini terbagi menjadi dua yaitu senilai 320 juta dolar AS dengan tenor hingga April 2029. Green bond kedua memiliki tenor hingga Oktober 2038 dengan nilai 790 juta dolar AS.

“Kami sangat mengapresiasi minat yang tinggi dari investor global ini,” kata Hendra S Tan.

Menurutnya, kelebihan permintaan pasar terhadap green bond Star Energy Geothermal menunjukkan juga bahwa investor sangat mendukung langkah Indonesia menuju pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Respon investor global yang sangat bagus tersebut tak lepas pula dari kinerja Star Energy. Sebelumnya, Moody’s Investor Service pun menyematkan rating Baa3 untuk senior secured bond yang akan diterbitkan oleh Star Energy Geothermal tersebut. Moody’s menyatakan, outlook dari rating tersebut adalah stabil. Hal inilah yang membuat investor nyaman menyambut green bond Star Energy.

Menurut keterangan, Star Energy akan menggunakan hasil obligasi tersebut keperluan korporasi umum yang berkaitan dengan operasi panas bumi Salak dan Darajat. (Ref)