Lelang WKP Galunggung Diperpanjang

Lelang WKP Galunggung Diperpanjang

PLTP Karaha Bodas yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energi, lokasinya berdekatan dengan WKP Galunggung. (Foto: thinkgeonergy/gunawan sutrisno)

PABUMNews – Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperpanjang masa pelelangan Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Galunggung, Jawa Barat, karena hingga batas waktu yang telah ditentukan belum ada badan usaha yang mendaftar.

“Kami memperpanjang proses pelelangan karena belum ada badan usaha yang mendaftar,” kata Direktur Panasbumi, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari kepada wartawan Senin (25/11/2019).

Nasib WKP Galunggung, sama dengan nasib WKP Lainea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara dan WKP Gunung Wilis, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Hingga masa pendaftaran lelang berakhir, belum ada badan usaha yang mendaftar.

Awalnya, Kementerian ESDM membuka akses dokumen dan pendaftaran peserta lelang WKP Galunggung, Lainea dan Wilis dari 22 Oktober hingga 12 November 2019. Karena belum ada yang mendaftar, pendaftaran dibuka kembali dari 13 November sampai 9 Desember 2019.

Meski demikian, Ida menyebutkan, sebenarnya ada beberapa calon investor yang menyatakan tertarik dengan tiga WKP tersebut. Mereka telah menghubungi untuk menanyakan berbagai hal terkait pelelangan.

Menurut Ida, investor tersebut ada yang dari dalam negeri ada juga yang dari luar negeri.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, WKP Gunung Galunggung, memiliki potensi cadangan 130 MW. Rencana pengembangan 55 MW dan ditargetkan COD pada tahun 2024. Nilai jaminan lelang untuk WKP yang dekat dengan PLTP Karaha ini ditetapkan sebesar Rp 2 miliar.

Sementara WKP Lainea memiliki potensi cadangan sebesar 66 MW. Kapasitas yang akan dikembangkan direncanakan 2×10 MW. Nilai jaminan lelang Rp 1 miliar.

Kemudian, WKP Gunung Wilis, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dengan potensi cadangan 50 MW dan rencana pengembangan 2 x 10 MW. Nilai jaminan lelang Rp 1 miliar. (es)