Lima Tahun Terakhir Realisasi PNBP Panas Bumi Selalu Lampaui Target

Lima Tahun Terakhir Realisasi PNBP Panas Bumi Selalu Lampaui Target

Jaringan pipa panas bumi di areal PLTP Kamojang, Jawa Barat. (Foto: Hsn/Pabumnew)

PABUMNews – Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari subsektor panas bumi sampai dengan kuartal III/2020 telah mencapai Rp 1,38 triliun, atau 97,87 persen dari target penerimaan tahun 2020 sebesar Rp1,41 triliun.

“Untuk target (PNBP) pada 2020, insya Allah masih on track,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (16/11/2020).

Dadan menyebut, realisasi PNBP panas bumi memang cenderung stabil (memenuhi target), meskipun mengalami naik turun setiap tahun. Tahun 2020 ini misalnya, PNBP mengalami penurunan sebesar 26,90 persen bila dibandingkan dengan capaian tahun lalu, yakni Rp1,93 triliun.

Melihat data dari Kementerian ESDM, realisasi PNBP panas bumi memang selalu melampaui target dalam lima tahun ini. Tahun 2019 misalnya, dari target sebesar Rp 878 miliar, realisasinya mencapai lebih dua kali lipat, tepatnya Rp1,93 triliun.

Realisasi PNPB yang paling tinggi terjadi pada tahun 2018. Dari target Rp 701 miliar, terealisasi Rp 2,281 triliun. Realisasi PNBP tahun 2018 ini, menjadi PNBP tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Berikut tabel target dan realisasi PNBP panas bumi dalam lima tahun terakhir:

Dirjen EBTKE Dadan memperkirakan, dalam 5 tahun ke depan, realisasi PNBP panas bumi berpotensi meningkat pada kisaran Rp2,50 triliun terkait adanya adanya penambahan kapasitas PLTP hingga 1,5 gigawatt (GW) hingga 2025.

“Dengan penambahan 1,5 GW, maka pada 2025 ada tambahan PNBP sekitar Rp1 triliun sehingga ada pendapatan dari PNBP panas bumi sekitar Rp2,50 triliun,” katanya. (es)