Listrik PLTP Muaralaboh Unit 1 Sudah Terangi Ribuan Rumah

Listrik PLTP Muaralaboh Unit 1 Sudah Terangi Ribuan Rumah

CEO PT Supreme Energi, Supramo Santosa dan Yunus Saefulhak (saat masih menjabat sebagai Direktur Panasbumi, Kementerian ESDM) memijit tombol sirine sebagai tanda diresmikannya penajakan sumur eksploitasi di WKP Muaralaboh pada tahun 2017 lalu. (Foto: Dokumen Kementerian ESDM).

PABUMNews – Seperti yang ditargetkan, listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Muaralaboh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dengan kapasitas 80 MW, November 2019 ini sudah dialirkan ke jaringan PLN dan bahkan sudah menerangi ribuan rumah penduduk.

Manajer Bagian Jaringan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok, Agung Ariwibowo, berharap, dengan dukungan pasokan dari PLTP Muaralaboh, selain tegangan listrik di Solok Selatan menjadi stabil, juga tak ada lagi pemadaman listrik seperti tempo-tempo lalu.

“Selain untuk melistriki rumah tangga, listrik dari PLTP Muaralaboh pun dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan industri di Solok Selatan dan sekitarnya,” katanya kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).

Sementara itu, Site Support Manager PT Supreme Energy Muaralaboh Yulnofrins Napilus, beberapa waktu lalu sempat mengatakan, jaringan listrik Solok Selatan terhubung langsung dengan jaringan Sumatera yang terbentang dari Aceh hingga Lampung.

Listrik dari Solok Selatan yang tersambung dengan jaringan Sumatera dihubungkan dengan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang terbebas dari pohon tumbang dan kendala lainnya.

“Kalaupun ada pemadaman hanya sedikit sekali dan tidak seperti sekarang,” ujarnya.

Sedangkan Vice President Relations and Safety Health Environment Supreme Energy, Prijandaru Effendi mengatakan, dengan beroperasinya PLTP Muara Laboh Unit 1, pihaknya bersiap untuk membangun unit 2 dengan kapasitas 60 MW.

“Unit 2 ditargetkan beroperasi pada 2024 akhir,” ujarnya Agustus 2019 lalu.

Untuk kebutuhan pembangkit dengan kapasitas 80 MW, di PLTP Muaralaboh ada 19 sumur eksploitasi yang dibor sejak tahun 2017. Nilai investasi yang dikucurkan oleh PT. Supreme Energy Muara Laboh (SEML) sebesar US$580 juta atau setara dengan Rp 7,7 triliun.

Dengan kapasitas sebesar itu, PLTP Muaralaboh Unit 1 mampu melistriki 160.000 rumah tangga. (es)