Mantan Menteri ESDM Purnomo: Genjot Pemanfataan Panasbumi, Jangan Lirik Energi Nuklir

Mantan Menteri ESDM Purnomo: Genjot Pemanfataan Panasbumi, Jangan Lirik Energi Nuklir

Purnomo Yusgiantoro

PABUMNews – Mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menyarankan agar Indonesia tidak melirik penggunaan energi nuklir sebagai substitusi  pengurangan pemanfataan energi fosil. Ia menyarankan agar pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) seperti panasbumi terus digenjot.

Menurutnya, untuk Indonesia, pemanfataan tenaga nuklir sebagai energi listrik sangat riskan sebab kondisi geologi Indonesia yang banyak patahan sehingga rawan bencana.

“Dengan kondisi geologi Indonesia, nuklir cukup membahayakan masyarakat,” katanya dalam seminar nasional “Implementasi Rencana Umum Energi Daerah untuk Ketahanan Energi yang Berkelanjutkan” di Gedung Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (9/7/2019).

Sebaiknya, lanjut Purnomo, Indonesia terus mengembangkan pemanfaatan EBT seperti panasbumi yang potensinya sangat berlimpah atau potensi-potensi EBT lainnya yang juga tak kalah berlimpah.

Ia pun merinci potensi berbagai EBT yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, tenaga air memiliki potensi sebesar 75.670 megawatt (MW), kemudian panasbumi 27.670 MW, bioenergi 49.810 MW, tenaga surya 207.898 MW, dan tenaga angin 9.290 MW

“Saat ini, pemanfaatan EBT untuk tenaga tenaga air, baru dimanfaatkan 6,75%, panas bumi 6,5%, bioenergi 3,6%, tenaga surya 1,4%, dan tenaga angin 0,01%. “Kebijakan energi nasional yang disusun 2014 perlu di-update, disesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujar Purnomo seperti dirilis Gatra.com, Selasa (9/7/2019).

Hal senada diungkapkan pengamat Geologi Surono yang juga hadir dalam seminar tersebut. Menurutnya, kondisi geologi Indonesia memang banyak patahan dan rawan gempa sehingga keberadaan pembangkit listrik tenaga nuklir akan membahayakan. Ia pun menyarankan agar Indonesia lebih memanfaatkan EBT untuk memenuhi kebutuhan energi.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sujarwanto yang juga mengisi seminar, mengatakan, Pemprov Jateng memang akan memacu penggunaan EBT yang bersih dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan energinya.

“Salah satunya adalah meningkatkan pemanfataan panasbumi yang sumber dayanya cukup banyak di Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, Jawa Tengah setidaknya memiliki tujuh titik panasbumi, namun baru satu yang telah dimanfaatkan yaitu panasbumi Dieng. Sementara yang lainnya ada yang baru tahap eksplorasi.

“Jawa Tengah memiliki banyak gunung api sehingga berpotensi dimanfaatkan panasbuminya. Di antaranya Ungaran, Merapi, Slamet dan sebagainya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pemprov kini sedang berupaya untuk menarik investor agar potensi EBT yang ada bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (es)