Mari Elka Pangestu: Indonesia Harus Bersiap Hadapi Trend Global Penggunaan EBT

Mari Elka Pangestu: Indonesia Harus Bersiap Hadapi Trend Global Penggunaan EBT

PABUMNews – Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan sebagai upaya untuk menyelamatkan bumi dari bencana perubahan iklim, sudah menjadi komitmen dunia internasional. Pemerintah Jerman menyatakan tahun 2030 akan menutup seluruh pembangkit listrik batu bara. Sementara Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menutup sebanyak 14 pembangkit batu bara antara Desember 2019 – Februari 2020, dan sebanyak 27 pembangkit batu bara pada Maret 2020.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Bank Dunia asal Indonesia, Mari Elka Pangestu menyebut, karena dampaknya yang menyebabkan pencemaran lingkungan, proyek energi berbasis batu bara dan fosil ke depan akan semakin sulit mendapatkan bantuan pinjaman internasional.

Menurutnya, lembaga keuangan internasional kini mensyaratkan adanya transformasi EBT yang ramah lingkungan dalam pemberian pinjaman dana.

“Persyaratan adanya tranformasi ke EBT dalam pemberian pinjaman ini akan diperketat pada tahun 2050. Mulai tahun itu, lembaga keuangan internasional seperti World Bank dan Standard Chartered tak akan lagi mengucurkan dana untuk membiayai proyek energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara,” kata Mari dalam Indonesia Millenial Summit di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Mari menambahkan, penggunaan EBT yang ramah lingkungan akan menjadi trend global baik pemerintah maupun swasta.

“Oleh karena itu Indonesia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi trend ini,” ujarnya.

Sedangkan Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, dalam rangka mendukung komitmen internasional untuk mengatasi perubahan iklim, Indonesia telah menyusun strategi bauran energi untuk mengurangi secara bertahap penggunaan energi berbasis fosil dan batu bara.

Komitmen itu, lanjutnya, diwujudkan di antaranya dengan penerapan biodiesel 30 persen atau B30.

“Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi panasbumi yang sumber dayanya sangat melimpah di Tanah Air. Dan pemerintah terus mengupayakan agar pemanfaatan panasbumi ini iikuti dengan harga yang terjangkau agar mendukung peningkatan daya saing industri domestik,” jelasnya. (Den)