Mengenal 12 Titik Potensi Panas Bumi Sulawesi Barat

Mengenal 12 Titik Potensi Panas Bumi Sulawesi Barat

PABUMNews – Sumber daya alam panas bumi tersebar hampir merata di Pulau Sulawesi, termasuk di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Menurut data di buku Potensi Panas Bumi Indonesia Jilid II (2017) terbitan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi panas bumi di Sulbar tersebar di 12 titik. Namun belum satu pun ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP).

Kendati demikian, sumber daya panas bumi di Sulbar sudah memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat. Sejumlah pemandian air panas alami di berbagai tempat, menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di tengah dominannya sektor pertanian.

Berikut 12 titik potensi panas bumi di Sulawesi Barat

1. Potensi Alu

Lokasinya berada di Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar dan memiliki sumber daya spekulatif 25 MW.

Manipestasi yang muncul berupa air panas yang keluar di Batupanga, PaoPao, Balanipa dan daerah lainnya di Alu dan sekitarnya. Temperaturnya berada di kisaran 50-68 Celcius.

Air panas bumi Alu yang telah dimanfaatkan menjadi tempat pemandian di antaranya wisata kolam renang air panas ‘Uwai Makula Rattematama’ yang terletak di Desa Pao-Pao, Kecamatan Alu.

Pemandian di sini cukup ramai, apalagi pada hari-hari libur.

2. Potensi Ampalas

Memiliki sumberdaya spekulatif 28 MW dan hipotetis 12 MW. Lokasinya di Kota Mamuju.

Daerah panas bumi Ampallas terletak pada sistem panas bumi vulkanik Gunung Manututu yang berumur 300 ribu tahun.

Panas bumi Ampalas memunculkan air panas yang kini menjadi objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air panas Tahaya-haya, Kecamatan Karema, Kota Mamuju.

Meski kondisinya sangat sederhana, objek wisata ini selalu padat pengunjung, terutama di hari libur.

3. Potensi Doda

Lokasinya berada di Kabupaten Mamuju Utara. Panas bumi Doda memiliki sumber daya spekulatif 5 MW.

Panas bumi Doda juga mengeluarkan air panas ke permukaan bumi. Suhunya sekitar 37 °C.

4. Potensi Karema

Panas bumi Karema, Kota Mamuju, memiliki potensi spekulatif 10 MW.
Potensi panas bumi di lokasi ini memunculkan air panas di endapan Sungai Rumbahay. Kondisi airnya bening, tidak berasa, tidak berbau, dengan temperatur 47 derajat clcius.

5. Potensi Kona Kaiyangan

Lokasinya masih berada di Kota Mamuju. Potensinya 10 MW (spekulatif).

Diperkirakan, temperatur reservoir Kona Kaiyangan sekitar 120 °C sehingga termasuk entalpi rendah.

Manifestasi panas bumi berupa pemunculan mata air panas dengan temperatur 42 °C.

6. Potensi Lilli-Sepporaki

Potensi panas bumi di sini sekitar 133 MW (spekulatif) dan 160 MW (terduga). Lokasinya berada di Kabupaten Polewali Mandar.

Potensi panas bumi Lilli-Sepporaki telah dilakukan Survei Pendahuluan PSDG yang kemudian dibukukan pada tahun 2009.

7. Potensi Mamasa

Lokasi berada di Kabupaten Mamasa. Potensinya sekitar 2 MW (terduga).

Daerah panas bumi Mamasa terletak ± 340 km sebelah utara kota Makasar. Perjalanan dari Makasar ke Kabupaten Polmas dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat selama kurang lebih 5 jam ( ± 250 km), kondisi jalan cukup bagus. Dari Poliwali ke Mamasa (kota Kecamatan) ditempuh selama kurang lebih ± 5 jam (± 90 km) dengan kondisi jalan sebagian besar berbatu.

Berdasarkan penghitungan geothermometer temperatur panas bumi di sini sebesar 91 °C –124 °C sehingga termasuk low enthalpy.

8. Potensi Mambosa

Potensi panas bumi Mambosa besarnya 25 MW. Lokasinya berada di Kota Mamuju. Potensi di daerah ini telah dilakukan survei uji petik oleh Badan Geologi dan hasilnya dibukukan pada tahun 2010.

Air panas bumi Mambosa yang keluar bersifat jernih.

9. Potensi Panusuan

Berdasarkan Laporan Survei Pendahuluan Panas Bumi Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, panas bumi Panusuan memiliki potensi 5 MW (spekulatif). Lokasinya berada di Kota Mamuju.

Diukur dengan menggunakan geotermometer silika menunjukkan, suhu reservoir sekitar 100 °C. Sementara manifestasi panas bumi berupa pemunculan mata air panas dengan temperatur permukaan 47,4 °C.

10. Potensi Riso Kalimbua

Potensinya 20 (MW) dan 41 (Hipotesis)

Potesni panas bumi Riso – Kalimbua berada di lingkungan vulkanik yang dominan, umumnya tersusun oleh produk vulkanik tua. Temperatur reservoir diperkirakan sekitar 156 °C.

Gejala panas bumi di daerah panas bumi Riso- Kalimbua muncul berupa sumber mata air panas yang muncul di lima lokasi, di sekitar daerah Riso-Kalimbua, Andau dan Palembongan. Temperatur tertinggi sebesar 51°C.

11. Potensi Somba

Potensi panas bumi Somba sekitar 25 MW (Spekulatif). Lokasinya di Kabupaten Majene. Manifestasi yang muncul berupa mata air panas dengan temperatur 40 °C.

12. Potensi Tapalang

Potensi panas bum Tapalang berada di Kota Mamuju. Besarnya sekitar 30 MW.

Daerah Tappalang dapat dicapai dari Kota Mamuju menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan poros Mamuju-Majene

Suhu reservoir dengan menggunakan geotermometer Na-K menunjukkan sekitar 140 °C. (es)