Mengenal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)

Mengenal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) periode 2017-2020, Prijandaru Effendi. (*)

PABUMNews – Menyusul keberhasilan Indonesia memanfaatkan potensi panas bumi untuk energi listrik, Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) pun berdiri. Organisasi nirlaba ini didirikan pada 25 September 1991 di Jakarta dan Vincent T. Radja menjadi Ketua API yang pertama.

Diketahui, Vincent T Radja merupakan pejabat PLN yang gigih memperjuangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia.

API sendiri didirikan sebagai wahana atau forum komunikasi, koordinasi dan konsultasi dalam pemanfaatan dan pengembangan panas bumi di Indonesia. Organisasi ini pun bertugas menyosialisasikan manfaat energi panas bumi dengan berbagai kelebihannya kepada masyarakat.

Saat ini API beranggotakan sekitar 500 orang profesional yang terdiri pelaku, peneliti, pakar dan pecinta energi panas bumi, sementara dari sisi perusahaan, ada 17 perusahaan yang tergabung, di antaranya Geo Dipa Energi, Pertamina Geothermal Energi, Supreme Energi, Hitay Indonesia, Medco Power, dan pengembang panas bumi lainnya.

Untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan panas bumi, API secara aktif terlibat dalam penyusunan academic paper untuk beberapa regulasi panas bumi, termasuk ikut melakukan review draft regulasi sebelum draft tersebut menjadi regulasi;

Selain itu, API pun secara terus menerus mencari solusi atas permasalahan yang terkait dengan pengembangan panas bumi di Indonesia sebagai masukan bagi pemerintah.

Kemudian, aktif pula menggelar seminar, diskusi panel, konvensi & pameran dalam mendukung pengembangan panas bumi.

Kini Ketua API dipegang oleh Prijandaru Effendi, petinggi di perusahaan panas bumi Supreme Energy. Ia merupakan salah satu sosok penting di balik suksesnya Supreme Energy menjadi perusahaan panas bumi swasta terkemuka di Indonesia. Di Supreme Energy, Prijandaru menjabat sebagai Executive Vice President of Relations & Support Services.

Di bawah Prijandaru, API fokus memberikan dukungan kepada pemerintah untuk memaksimalkan kontribusi panas bumi pada bauran energi yang ditargetkan mencapai 7.200 MW pada tahun 2025. Selain itu, API pun tak henti memberi dukungan agar industri panas bumi di Indonesia kembali “seksi” seperti tahun-tahun silam.

Berikut nama-nama Ketua API dari masa ke masa

Vincent T Radja (alm) – (1991-1994)
Prijanto (1994-1998)
Puguh Sugiharto (1998-2001)
Herman D. Ibrahim (2001-2004)
Alimin Ginting (2004-2007)
Suryadharma (2007-2011)
Abadi Poernomo (2011-2017)
Prijandaru Effendi (2017-2020).

Menyusul API, beberapa pemangku kepentingan dari daerah penghasil panas bumi membentuk perkumpulan daerah penghasil pada tahun 2016. dengan nama Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia atau ADPPI.(Ref)