Mengenal Potensi Panas Bumi Kota Pelajar Yogyakarta

Mengenal Potensi Panas Bumi Kota Pelajar Yogyakarta

Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, DIY, selain objek wisata yang mempesona juga merupakan lapangan panas bumi. (*)

PABUMNews – Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak hanya merupakan objek wisata alam berupa pantai yang indah, tapi juga merupakan lapangan harta karun energi bersih panas bumi.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sumber daya hipotesis panas bumi di Parangtritis besarnya 10 MW. Jika sumber daya ini dimanfaatkan untuk energi listrik, maka energi bersih Parangtritis setidaknya akan mampu melistriki 10.000 rumah tangga.

Namun, dari hasil penelitian tim panas bumi Kementerian ESDM tahun 2003 (Penyelidikan Terpadu Geologi, Geokimia, dan Geofisika Daerah Panas Bumi Prangtritis), disebutkan potensi panas bumi di daerah Parangtritis termasuk entalpi rendah sebab suhunya hanya 115 derajat celcius. Karena entalpi rendah, maka panas bumi di Parangtritis untuk sementara direkomendasikan hanya untuk kegiatan wisata, berupa pemandian dan balai pengobatan air panas.

Kemudian tahun 2018 lalu, sempat pula potensi panas bumi Parangtritis diseminarkan dalam Seminar Nasional Kebumian ke-11. Seminar bertajuk Identifikasi Potensi Geothermal Non Vulkanik dengan perpaduan data Remote Sensing (GIS) dan Pemetaan geologi di Parang Wedang, Kecamatan Kretek, Kabupaten bantut, DIY, menyimpulkan, potensi panas bumi Parangtritis kurang prosfektif untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik karena termasuk entalpi rendah.

Namun teknologi terus berkembang. Ke depan bukan hal mustahil panas bumi entalpi rendah ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik seperti yang kini tengah diupayakan oleh Kementerian ESDM dan para pakar pembangkit panas bumi.

Disebutkan pula, panas bumi Parangtritis diperkirakan dikontrol oleh aktivitas non vulkanik yaitu struktur geologi berupa sesar mendatar yang berarah Barat Laut – Tenggara sebagai jalur keluarnya fluida geothermal ke permukaan dengan tipe fluida klorida.

Manifestasi panas bumi di Parangtritis dicirikan dengan keluarnya air panas alami yang kini dijadikan tempat pemandian, yaitu Pemandian Air Panas Parang Wedang. Suhu airnya mencapai 47 derajat celcius.

Salah satu lokasi pemandian Parang Wedang berada di areal Pantai Parangtritis yang keberadaanya melengkapi objek wisata pantai.

Pemandian ini dibangun dalam kamar-kamar tertutup, bukan pemandian umum seperti kolam. Pihak pengelola rupanya ingin memberikan kenyamanan kepada pengunjung agar bisa berendam di air panas dengan rileks sehabis bermain di pantai.

Karena non vulkanik, air panas bumi Parang Wedang tak berbau belerang. Kendati demikian, rasanya asin. Rasa asin ini terjadi karena air panas bumi sudah bercampur dengan air laut.

Lepas dari bisa tidaknya panas bumi Parangtritis dikembangkan menjadi pembangkit listrik, namun sumber daya alam ini telah lama memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat Kota Pelajar (Yogyakarta). Keberadaan pemandian air panas Parang Wedang, tentu saja menjadi tempat bergantung puluhan orang untuk mendapatkan penghasilan. (es)