Mengenal Potensi Panasbumi Kotamobagu

Mengenal Potensi Panasbumi Kotamobagu

Kantor Walikota Kotamobagu (sumber foto : klikbmr.com)

PABUMNews – Juli 2019 yang akan datang, Pertamina akan mendapat penugasan dari pemerintah untuk mengembangkan panasbumi di WKP Kotamobagu, Sulawesi Utara. Pertamina akan menugaskan Pertamina Geothermal Energi (PGE), anak usahanya yang bergerak khusus di bidang panasbumi, untuk melaksanakan penugasan tersebut.

Direktur Utama PGE Ali Mundakir membenarkan infomasi itu. Menurutnya, Pertamina yang akan menerima penugasan dan kemudian PGE yang mengelola.

Berapa dan bagaimana potensi panasbumi Kotamabagu?

Menurut data dari Kementerian ESDM, WKP Kotamobagu ditetapkan dengan SK 2067 K/30/MEM/2012 tanggal 18-06-2012. Area kerja WKP ini mencakup Kab. Bolaang Mongondow, Kab. Kotamobagu dan Kab. Minahasa Selatan. Potensi terduga panasbumi di sini pun cukup besar, sekitar 410 MW. Potensi sebesar itu terdapat di dua titik yakni di Gunung Ambang sebesar 225 MW dan Kotamobagu 185 MW.

Sebenarnya PGE sudah melakukan pemboran dua sumur eksplorasi di Gunung Ambang. Sayangnya, pemboran dilakukan jauh dari pusat panasbumi sehingga tak ditemukan uap.

Yang menarik dari panasbumi Kotamobagu adalah manifestasi air panasnya yang muncul ke permukaan. Seperti pernah diberitakan, berbeda dengan di daerah lainnya yang biasanya terpusat di satu tempat, atau kalau pun berpencar jarak antara satu mata air dengan mata air lainnya berjauhan, maka di Kotamobagu antara satu mata air panas dengan mata air panas lainnya relatif berdekatan. Jika dikelola maka air panas ini akan menjadikan Kotamabogu sebagai kawasan wisata yang luas.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Kotamobagu, Agung Adati mengakui potensi tersebut. Bahkan ia mengatakan, wisata air panas sudah menjadi target Pemkot Mobagu untuk dikembangkan.

“Potensi wisata air panas Kotamobagu memang akan menjadi garapan kami. Ini merupakan potensi yang harus dikembangkan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan media lokal. (es)