Menkeu Minta PMN Digunakan Kembangkan EBT, Berikut Garapan PLN di Panas Bumi

Menkeu Minta PMN Digunakan Kembangkan EBT, Berikut Garapan PLN di Panas Bumi

Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP Ulumbu di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang dikelola PT PLN (Dok. PLN)

PABUMnews – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperoleh suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun dalam tahun 2020 ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berpesan agar perusahaan tersebut lebih banyak menggunakan PMN untuk pengembangan energi terbarukan di antaranya pengembangan panas bumi.

“Selain pandemi Covid-19, langkah untuk mengatasi perubahan iklim pun sangat serius dilakukan oleh kita sehingga instrumen fiskal kita gulirkan untuk mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan,” jelas Sri Mulyani saat menjadi pembicara di acara PLN Go Green and Sustainable, Senin (02/11/2020) lalu.

Sejauh mana pihak PLN melakukan pengembangan di sektor panas bumi sebagai bagian dari pengembangan EBT? Diketahui, selain memiliki sejumlah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang telah beroperasi, PLN juga diserahi menggarap 8 wilayah kerja panas bumi.

Ke 8 WKP yang berkapasitas 290 MW tersebut adalah WKP Songa Wayaua di Maluku Utara berkapasitas 10 MW, Atedei berkapasitas 5 MW di NTT, Gunung Sirung 5 MW di NTT, Gunung Tangkuban Perahu 55 MW di Jawa Barat, Oka Ile Ange 10 MW di Pulau Flores, Gunung Ungaran 55 MW di Jawa Tengah, Kepahiang 110 MW di Bengkulu, Danau Ranau 40 MW di Lampung.

“Ke-delapan WKP itu direncanakan bisa memproduksi setrum pada rentang 2023-2024,” kata Direktur PT PLN Gas & Geothermal Yudistian Yunis beberapa waktu lalu.

Ada lima perusahaan yang digandeng PLN untuk menggarap ke-8 WKP tersebut, yaitu PT Apexindo Pratama Duta, Ormat Technologies, Medco Energi, Halliburton, dan Itochu Corporation.

Pengoperasian PLTP yang dibangun di 8 WKP ini akan dipegang oleh PLN Gas dan Geothermal selaku anak usaha dari PT PLN dan dalam pelaksanannya bekerjasama dengan mitra pengembang.

Kemudian, PLN juga memiliki PLTP yang telah beroperasi, yakni PLTP di Ulumbu-Flores berkapasitas 4 x 2,5 MW dan Matoloko-Pulau Ende dengan kapasitas 2,5 MW. Rencananya, PLN akan mengembangkan kapasitas kedua PLTP tersebut sehingga masing-masing mencapai 20 MW pada tahun 2022.

Selain itu PLN juga sekarang ini tengah menggarap WKP Tulehu di Ambon. Perusahaan ini bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan studi kelayakan. WKP Tulehu ditargetkan berkapasitas 2 x 10 MW. (es)