Menteri ESDM Resmikan 10 Pembangkit, di Antaranya Pembangkit Panas Bumi Muara Laboh

Menteri ESDM Resmikan 10 Pembangkit, di Antaranya Pembangkit Panas Bumi Muara Laboh

Suasana peresmian proyek ketenagalistrikan yang dilakukan secara virtual oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kamis (16/7/2020).

PABUMNews – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan proyek-proyek ketenagalistrikan nasional secara virtual. Proyek ketenagalistrikan tersebut, mencakup peningkatan akses dan keandalan pasokan listrik dalam rangka menuju rasio elektrifikasi 100%.

Proyek-proyek ketenagalistrikan yang diresmikan terdiri dari pembangkit, transmisi dan Gardu Induk PT PLN (Persero) serta komitmen pasokan listrik untuk industri smelter, program CSR Kelistrikan Sinar Mas Group, dan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 450 Volt Ampere (VA).

Salah satu pembangkit yang diresmikan adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Muara Laboh yang dioperasikan oleh PT Supreme Energi Muara Laboh (PT SEML).

“Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus berkomitmen menyediakan pasokan energi yang cukup dan merata meskipun saat ini kita tengah berada pada masa adaptasi kebiasaan baru akibat p
andemi virus Covid-19. Selain itu, juga mendorong badan usaha agar tetap menyediakan pasokan listrik yang cukup melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, sehingga aktivitas masyarakat yang bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah tidak terganggu,” ungkap Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta, Kamis (16/7/2020) didampingi Dirut PT PLN, Zulkifli Zaini.

Selain PLTP Muara Laboh, Menteri ESDM juga meresmikan 9 pembangkit lainnya dengan total kapasitas 555 Mega Watt (MW). Kemudian 5 proyek jaringan transmisi hampir mencapai 280.000 kms dan 4 proyek gardu induk yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 330 MVA.

“Total investasi infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya untuk 10 pembangkit listrik mencapai Rp15 Triliun dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 4.038 orang,” ungkap Arifin.

Inilah daftar pembangkit yang diresmikan:
PLTP Muara Laboh (80 MW); PLTGU Muara Karang (300 MW); PLTMG Langgur (20 MW); PLTMG Seram (20 MW); PLTM Ambon Peaker (30 MW); PLTMG Biak (15 MW); PLTMG Biak 2- NCB PT Indonesia Power (10 MW); PLTMG Jayapura Peaker (40 MW); PLTMG Merauke (20 MW); PLTMG Merauke 2 – NCB 9 PT Indonesia Power (20 MW).

PLTP Muara Laboh

PLTP Muara Laboh Tahap 1 yang diresmikan tersebut berkapasitas 85 megawatt (MW). Lokasinya di Solok Selatan, Sumatra Barat. Keberadaan PLTP yang COD pada akhir 2019 lalu ini, semakin menambah keandalan suplai listrik di wilayah Sumatera bagian Barat.

Listrik dari PLTP Muara Laboh dapat melistriki hingga 340 ribu rumah tangga dan saat pembangunan infrastruktur menampung 1800 tenaga kerja. Energi ramah lingkungan dari PLTP Muara Laboh dapat mengurangi emisi CO2 sebanyak 486.000 ton per tahun.

Saat ini, PT Supreme Energy juga bersiap mengembangan PLTP Muara Laboh -2 dengan kapasitas 65 MW. Pembangunannya dalam tahap pembahasan dan akan segera dimulai setelah negosiasi PPA. (es)