Menteri Perdagangan Selandia Baru David Parker Hadiri Acara Panas Bumi DIIGC 2020 di Jakarta, Ini Tujuannya

Menteri Perdagangan Selandia Baru David Parker Hadiri Acara Panas Bumi DIIGC 2020 di Jakarta, Ini Tujuannya

PABUMNews – Forum Panas Bumi kali ini, Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIIGC) 2020, ada yang istimewa. Menteri Perdagangan dan Pertumbuhan Ekspor Selandia Baru, David Parker, hadir dalam sesi konvensi utama. Sesi ini telah dibuka secara resmi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Selasa (8/9/2020) tadi pagi.

Dalam presentasinya, David Parker menyampaikan materi tentang strategi menghadapi tantangan akibat Covid-19. Selain itu, ia pun akan memberi penegasan tentang peran penting pemulihan ekonomi rendah emisi terhadap perubahan iklim melalui penerapan kebijakan dan teknologi ramah lingkungan seperti pengembangan energi panas bumi dan EBT lainnya.

Namun kehadiran David Parker dalam forum panas bumi tersebut, tentu bukan semata-mata untuk menyampaikan pandangannya. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat kerjasama bilateral antara Selandia Baru- Indonsia, terutama kerjasama dalam pengembangan panas bumi.

Komisaris Perdagangan Selandia Baru untuk Indonesia, Diana Permana, mengatakan, turut serta bersama David Parker, Kantor Dagang dan Usaha Selandia Baru (NZTE) pun akan hadir dalam temu bisnis DIIGC 2020. Dengan pengalaman mengembangkan sejumlah proyek panas bumi terbesar dan paling berkelanjutan di dunia, melalui NZTE, Selandia Baru siap berbagi inovasi dan teknologi modern untuk mendukung Indonesia mewujudkan pengembangan energi panas bumi.

“Pandemi telah menyuntikkan semangat baru untuk mempercepat transisi menuju kebijakan yang lebih ramah lingkungan dan mendorong penggunaan energi terbarukan. Selandia Baru terus membantu Indonesia meningkatkan akses ke energi bersih yang terjangkau dan dapat diandalkan,” kata Diana.

Hingga akhir 2019, total kapasitas daya yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga panas bumi di 29 negara di dunia telah mencapai 15.400 MW. Selandia Baru dan Indonesia berada di kelompok lima besar produsen listrik dari tenaga panas bumi dunia, bersama Amerika Serikat, Filipina, dan Turki.

“Selandia Baru akan terus berkontribusi mewujudkan peta jalan pengembangan panas bumi dan energi bersih di Indonesia,” jelas Diana.

Sektor energi terbarukan, lanjutnya, mendapat alokasi dana terbesar dalam Program Bantuan Selandia Baru untuk Indonesia, salah satu program bilateral Selandia Baru terbesar di luar Pasifik. Menurut New Zealand-Indonesia Joint Commitment for Development untuk 2017-2022, Selandia Baru akan mengucurkan NZ$30 juta dalam program pelatihan dan pendampingan teknis sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses setara energi terbarukan di masa mendatang.

Minggu (6/9/2020), Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru 2020-2024 sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Rencana ini berisi kesepakatan memperbarui fokus terhadap prioritas kerja sama bilateral, termasuk bidang energi terbarukan, dan mengeksplorasi peluang baru.

Seperti diketahui, DIIGC 2020 diselenggarakan oleh Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) secara virtual pada 1-10 September 2020. Konvensi digital ini merupakan pengganti ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2020 yang ditunda hingga 2021 akibat pandemi Covid-19.

DIIGC 2020 bertemakan The Future is Now: Committing Geothermal Energy for Indonesia’s Sustainable Development. Kegiatannya telah berlangsung sejak 1 September 2020 lalu.

Pembicara utama yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, serta Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen.

Kemudian, pada hari terakhir DIIGC 2020, para peserta mengikuti wisata virtual ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai di Sumatera Selatan. (Ref)