Mott MacDonald: Selain Energi Bersih, PLTP Rantau Dedap Berikan Deviden Sosial yang Langgeng

Mott MacDonald: Selain Energi Bersih, PLTP Rantau Dedap Berikan Deviden Sosial yang Langgeng

CEO Supreme Energy Supramu Santosa (kedua dari kiri) menandatangani dokumen PPA PLTP Rantau Dedap, disaksikan Ignasius Jonan (saat masih menjadi Menteri ESDM). (Foto: Dok. PT Supreme Energy)

PABUMNews – Pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Rantau Dedap di Sumatera Selatan ditergetkan COD pada Agustus 2020. Dari target kapasitas keseluruhan sebesar 220 MW, pada Tahap I (Agustus 2020) PLTP ini ditargetkan menyumbang 90 MW.

Konsultan global Mott MacDonald menulis tentang dampak keberadaan PLTP tersebut bagi masyarakat sekitar.

Mott MacDonald di antaranya menyebutkan, ketika PLTP ini beroperasi pada tahun 2020, selain memberikan “dividen” sosial yang langgeng, juga memberikan energi listrik bebas karbon yang dapat melistriki sebanyak 130.000 rumah tangga.

“Emisi CO2 yang bisa dikurangi lebih dari 400.000 ton setiap tahun,” tulis Mott MacDonald seperti dirilis thinkgeoenergy.

Ditambahkannya, pemukiman terdekat PLTP adalah desa kecil Tunggul Bute. Desa ini rumah bagi orang Semendo yang mata pencahariannya bergantung pada pertanian, terutama menanam padi dan kopi Robusta, komponen penting dari campuran espresso tradisional yang dikonsumsi di seluruh AS, Eropa Barat, dan Jepang.

Jalan utama ke desa ini kini diaspal sehingga memungkinkan petani bisa mengakses pasar nasional secara langsung. Hasilnya, kopi mereka sekarang tersedia di seluruh Indonesia.

Penduduk setempat pun sekarang ini bisa menjual produk mereka dengan harga yang lebih tinggi setelah mereka diberi pembekalan lanjutan tentang teknik penanaman kopi (pengangkokan batang), pemrosesan kopi dan akses pemasaran, selama satu tahun. Harga tinggi tersebut berlaku baik untuk produk mentah maupun olahan.

Mott MacDonald merekomendasikan agar pihak PLTP meninjau program pelatihan keterampilan dan pelibatan masyarakat dengan memprioritaskan diversifikasi tanaman, di antaranya menanam buah dan sayuran dengan periode panen pendek.

“Hal ini untuk mengurangi ketergantungan petani pada kopi sebagai sumber pendapatan utama mereka,” tulisnya.

Konsultan itu pun menyatakan, pihaknya selalu memastikan bahwa masyarakat setempat memiliki kesempatan untuk bekerja di proyek PLTP, baik selama konstruksi dan ketika memasuki operasi.

Mott Mac Donald berharap, ketika tugasnya selesai sebagai konsultan seiring dengan COD-nya PLTP, maka ia akan meninggalkan komunitas yang lebih kuat, lebih makmur. (es)