Nicke Widyawati dan Komitmen Pertamina Kembangkan Panasbumi

Nicke Widyawati dan Komitmen Pertamina Kembangkan Panasbumi

Nicke Widyawati (foto: listrikindonesia.com)

PABUMNews- Anugerah Perempuan Indonesia 2013 dari Kementerian BUMN dan penghargaan Women’s Work of Female Grace 2013 Indonesia dari Indonesia Asia Institute, melambungkan nama Nicke Widyawati sebagai manajer perempuan yang diperhitungkan di Indonesia.

Penghargaan itu memang layak diterima Nicke. Kini manajer perempuan yang diperhitungkan kelahiran Tasikmalaya 25 Desember 1967 ini, menjadi top pimpinan PT. Pertamina (Persero) lewat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK – 232/MBU/08/2018, tanggal 29 Agustus 2018, tentang Pengalihan Tugas, Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina.

Pemerintah menilai, rekam jejak Nicke di pekerjaan-pekerjaan sebelumnya, memenuhi persyaratan untuk menduduki posisi puncak di Pertamina.

Sebelum bergabung dengan Pertamina, jebolan Teknik Industri ITB dan Master Hukum Bisnis Unpad Bandung ini sempat bekerja di Bank Duta Cabang Bandung. Dari sana, ia kemudian bekerja di PT Rekayasa Industri (Rekind) sejak 1991.

Melihat kinerjanya yang mumpuni, wanita cantik ini kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama PT Mega Eltra–BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan dan peralatan teknik. Dari sini, Nicke ditarik ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sempat menduduki Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN. Konon Nicke merupakan perempuan pertama yang dipercaya menjadi direktur di PLN.

***

Di masa Elia Massa Manik, Pertamina cukup ekspansif dalam pengembangan energi panasbumi. Lewat anak usahanya, Pertamina Geothermal Energi (PGE), Pertamina telah menetapkan target total kapasitas pembangkitan panasbumi sebesar 900 MW di akhir tahun 2019 atau awal 2020.

Tahun 2018 ini, total kapasitas pembangkitan panasbumi yang dicapai Pertamina sekitar 602 MW. Kapasitas sebesar itu disumbang oleh Kamojang (235 MW), Ulubelu (110 MW), Lahendong (80 MW), Sibayak (12 MW), Karaha (30 MW), Lahendong (20 MW), Lumutbalai (55 MW), dan Ulubelu (55 MW).

Selain yang telah eksisting, PGE juga telah memenangi lelang beberapa WKP, di antaranya Gunung Lawu (2 x 55 MW), Provinsi Jawa Tengah dan WKP Seulawah Agam (2 x 55 MW) di Provinsi Aceh. Untuk di Aceh, Pertamina bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA). Selain itu, Pertamina pun membidik WKP Ciremai.

Panasbumi memang menjadi garapan utama Pertamina dalam pengembangan EBT, selain bioenergi, dan solar panel. Dan ini masuk dalam pengembangan EBT untuk jangka menengah perusahaan itu.

Bagaimana pengembangan energi panasbumi yang akan dilakukan Pertamina di bawah Nicke Widyawati? Kita tunggu aksi wanita ini di tengah program prioritasnya dalam mengurangi impor BBM, membangun kilang, dan penggunaan biodiesel. (es)