November Ini, PLTP Rantau Dedap Tandatangani PPA dengan PLN

November Ini, PLTP Rantau Dedap Tandatangani PPA dengan PLN
Sumur panasbumi (ilustrasi)

PABUMNews-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada pertengahan November 2017 ini direncanakan menandatangani perjanjian jual beli (Power Purchase Agreement/PPA) sembilan proyek pembangkit EBT dengan kapasitas total sekitar 640,65 Megawatt (MW).

Dari kesembilan proyek pembangkit EBT tersebut satu di antaranya dari Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Rantau Dedap.

PLTP ini merupakan proyek konsorsium antara Supreme Energy, ENGIE, dan Marubeni Corporation. Lokasinya di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

Eksplorasi sumur panasbumi Rantau Dedap dimulai pada Februari 2014 lalu. Eksplorasi itu merupakan langkah awal pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap yang berkapasitas 2×110 megawatt (MW).

Kemudian tujuh lagi dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) dan satu dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Ini menunjukkan investasi di sektor EBT makin menarik,” ujarnya Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana di Jakarta, Kamis (2/11).

Total investasi untuk kesembilan pembangkit ini cukup besar. Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Someng, investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 20,413 triliun. Pembangkit listrik EBT ini ditargetkan dapat melakukan Commercial Operation Date (COD) dalam waktu dekat.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Perencanaan Korporat PT PLN Nicke Widyawati, menyatakan, pihaknya menargetkan bisa melakukan PPA pada pertengahan bulan ini. Ia menambahkan, status PPA saat ini sedang dalam proses persetujuan dari Menteri ESDM Ignasius Jonan mengenai harga.

Berikut sembilan lokasi pembangkit listrik yang akan dibangun:

1. PLTA Poso Peaker, Sulawesi Tengah. Kapasitas 515 MW. Total investasi Rp 11,12 triliun.
2. PLTP Rantau Dadap, Sumatera Selatan. Kapasitas 86 MW. Investasi Rp 8,2 triliun.
3. PLTM Bakal Semarak, Sumatera Utara. Kapasitas 5 MW. Investasi Rp 125,64 miliar.
4. PLTM Cibanteng, Jawa Barat. Kapasitas 4,2 MW. Investasi Rp 71,4 miliar.
5. PLTM Cikaso 3, Jawa Barat. Kapasitas 9,9 MW. Investasi Rp 182,21 miliar.
6. PLTM Tanjungtirta, Jawa Tengah. Kapasitas 8 MW. Investasi Rp 201,6 miliar.
7. PLTM Kincang1, Jawa Tengah. Kapasitas 0,35 MW. Investasi Rp 9,14 miliar.
8. PLTM Bone Bolango, Gorontalo. Kapasitas 9,9 MW. Investasi Rp 416,47 miliar.
9. PLTM Koko Babak, Lombok. Kapasitas 2,3 MW. Investasi Rp 86,79 miliar. (es)