Optimalisasi Pemanfataan Panasbumi Turunkan Impor Minyak Bumi

Optimalisasi Pemanfataan Panasbumi Turunkan Impor Minyak Bumi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan meninjau kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 (Foto dokumen ESDM)

PABUMNews– Mengoptimalkan pemanfaatan panasbumi untuk energi listrik, mempunyai arti strategis bagi keamanan energi nasional. Pemanfaatan panasbumi akan mengurangi impor minyak bumi Indonesia yang kini mencapai sekitar 100.000 barel per hari hingga tahun 2025.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM, FX Sutijastoto saat menghadiri peresmian groundbreaking PLTP 2 Dieng dan Patuha di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (25/4/2019).

Impor minyak bumi, lanjutnya, di antaranya digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga diesel. Oleh karena itu, optimalisasi pemanfataan panasbumi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, penting artinya untuk mengurangi impor minyak bumi.

FX Sutijastoto pun menyoroti sangat kecilnya emisi karbon yang dihasilkan pembangkit listrik panasbumi.

“Emisi dari panasbumi hanya sekitar 75 gram per kwh, sementara emisi yang dihasilkan bahan bakar minyak mencapai 772 gram per kwh. Emisi lebih besar lagi dihasilkan pembangkit batu bara yang mencapai 945 gram per kwh,” katanya.

Kemudian dari sisi efektivitas operasional, lanjut Sutijastoto, panasbumi dapat dioperasikan mencapai 90% dengan waktu operasi 30 tahun. Sedangkan batu bara hanya efektif 60% dari kapasitas. Untuk tenaga listrik diesel bahkan hanya efektif 30% dari kapasitas, serta waktu operasinya hanya 10-20 tahun. (Kontan, Kamis, 25 April 2019).

Hal sama diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia mengatakan, impor migas RI pada Januari 2019 turun 25,22% menjadi US$ 1,69 juta dibanding periode sama tahun sebelumnya, yang mencapai US$ 2,25 juta. Optimalisasi pemanfaatan panasbumi diharapkan mampu semakin menurunkan impor minyak Indonesia.

“Kebutuhan Indonesia akan listrik semakin hari semakin besar. Sebagai negara yang terletak di ring of fire, Indonesia memiliki keuntungan yakni, potensi panasbumi yang luar biasa. Ini perlu terus digali agar bisa dimanfaatkan,” ungkapnya seperti dirilis CNBC Indonesia (Kamis, 25/4/2019).

Sementara itu, Coordinator Social Performance PT Star Energy Geothermal, Dali Sadli Mulia, mengatakan, PLTP Darajat milik PT Star Energy mampu menghasilkan listrik berkapasitas 271 MW dengan memanfaatkan energi panasbumi. Menurutnya, jika menggunakan minyak bumi, untuk menghasilkan kapasitas sebesar itu dibutuhkan sekitar 10.000 bahkan 20.000 barel minyak bumi per hari. Belum lagi dampak polusinya yang dihasilkan. (bisnis.com, Senin, 22 April 2019). (es)