Panasbumi Gorontalo Menanti Investor

Panasbumi Gorontalo Menanti Investor

Danau Limboto di Gorontalo yang berada di kawasan panasbumi Sewawa dan Petandio. (Sumber foto: sda.pu.go.id)

PABUMNews – Provinsi Gorontalo yang terbentuk dua tahun setelah era reformasi dimulai, tepatnya pada tanggal 5 Desember tahun 2000, kini terus berupaya menarik investor.

Daerah yang dikenal juga sebagai Serambi Madinah ini memang kaya akan potensi sumber daya alam, di antaranya panasbumi. Dari hasil survei pihak Kementerian ESDM, potensi energi ramah lingkungan tersebut tersebar di lima titik, yakni di Suwawa, Diloniyohu, Dulangeya, Petandio, dan Pohuwato. Dari lima titik potensi tersebut, panasbumi Suwawa bahkan telah ditetapkan menjadi wilayah kerja panasbumi (WKP) dan tahun 2020 akan dilelang.

Untuk menarik investor, pihak Pemprov Gorontalo pun melakukan beberapa upaya. Tahun 2016 lalu misalnya, digelar Indonesia Midle East Update (IMEU) 2016. Forum bisnis ini dihadiri para pengusaha kakap dari 27 negara di Timur Tengah. Sayangnya, hingga kini panasbumi Gorontalo masih tetap tersimpan, belum termanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Inilah titik-titik potensi panasbumi di Provinsi Gorontalo.

WKP Sewawa

Panasbumi di Sewawa ditetapkan menjadi Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) melalui SK No 0025 K/30/MEM/2009 tanggal 15-01-2009. Lokasinya berada di Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo.

Potensi panasbumi Sewawa mencapai 110 MW, namun kapasitas yang akan dikembangkan hanya 20 MW. Rencananya, tahun 2024 panasbumi Sewawa harus sudah terasa masnfaatnya oleh masyarakat.

WKP Sewawa sebenarnya telah dua kali dilelang, namun ternyata sepi peminat. Bahkan pihak PLN pun yang diberi penugasan untuk menggarap panasbumi di tempat ini, menolak. Seperti juga para investor swasta, BUMN ini beralasan biaya operasional yang tinggi menjadi penghambat menggarap panasbumi Sewawa.

Gejala panasbumi Sewawa dicirikan oleh pemunculan 3 kelompok mata air panas yaitu kelompok Libungo dan kelompok Lombongo yang relatif berdekatan dan kelompok Pangi yang terletak jauh di bagian timur daerah ini.

Panasbumi Sewawa masuk entalpi menengah dengan suhu sekitar 188 derajat Celcius. Seperti diketahui, sistem panasbumi menengah memang mendominasi panasbumi di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Potensi Diloniyohu

Potensi panasbumi Diloniyoho terletak di Kota Goontalo. Dari hasil penghitungan pihak ESDM, panasbumi di tempat ini memiliki potensi hipotesis 15 MW.

Gejala panasbumi di daerah Diloniyohu berupa pemunculan air panas dan batuan alterasi dengan temperatur cukup tinggi (39,1 – 60,9°C), akan tetapi panasbumi Diloniyohu masuk entalpi rendah.

Potensi Dulangeya

Panasbumi Dulangeya diperkirakan memiliki potensi 10 MW, lokasinya berada di Boalemo.

Gejala panasbumi di daerah Dulangeya berupa pemunculan air panas dan batuan alterasi dengan temperatur cukup tinggi (37,6 – 37,8°C), sementara sistem panasbuminya termasuk entalpi rendah.

Potensi Petandio

Panasbumi Petandio memiliki potensi (spekulatif) 25. Wilayahnya berada di Kota Gorontalo.

Manifestasi panasbumi di Petandio terdapat di Pentadio Resort, berupa komplek mata air panas dan kolam panas. Semua mata air panas tersebut berada di daerah pedataran, di pinggir danau Limboto. Bahkan di kawasan ini, sejumlah sumur bor yang dibuat warga mengeluarkan air panasbumi.

Potensi Powuhato

Potensi panasbumi Powuhato terletak di Kabupaten Powuhato, diperkirakan memiliki potensi 40 MW.

Gejala panasbumi di daerah Powuhato berupa pemunculan air panas dan batuan diperkirakan sebesar 220 °C, sehingga termasuk ke dalam entalpi sedang. (es)