Panasbumi Jadi Andalan Pembangunan Rendah Karbon

Panasbumi Jadi Andalan Pembangunan Rendah Karbon

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro

PABUMNews – Sebagai sumber energi yang hijau dan ramah lingkungan, panasbumi menjadi salah satu sumber energi yang akan dikembangkan untuk mendukung Pembangunan Rendah Karbon (PRK) yang kini diluncurkan Indonesia untuk Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

PRK bertujuan untuk mendorong penurunan intensitas dan kuantitas gas rumah kaca sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan kualitas lingkungan.

Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro, saat berbicara dalam The 10th International Forum on Energy for Sustainable Development di United Nations Conference Center, Bangkok, Thailand, (Antara, Senin 7/10/2019).

Bambang menyampaikan, selain panasbumi, sumber energi hijau lainnya yang akan dikembangkan adalah biomassa dan energi hidro.

Ditegaskannya, analisis terbaru menunjukkan, performa ekonomi negara dengan skenario seperti biasa (business as usual), tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan, akan menimbulkan kemunduran ekonomi dalam jangka panjang.

Energi, lanjut Bambang, merupakan salah satu sektor penyumbang gas rumah kaca sehingga upaya pemanfataan energi baru terbarukan yang hijau dan ramah lingkungan menjadi fokus perhatian pemerintah.

“Oleh karena itu, pemanfaatan EBT, merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mengejar pertumbuhan ekonomi berkualitas yang memperhatikan dampak lingkungan,” paparnya.

Disampaikan Bambang, porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi sekarang ini tidak lebih dari 10 persen, atau melambat karena lebih rendah dari target 15 persen pada 2019. Padahal, pengembangan energi baru dan terbarukan,salah satu kunci sukses implementasi PRK di Indonesia.

Dalam Paris Agreement, lanjutnya, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi 29 persen emisi gas rumah kaca di 2030. Indonesia juga berkomitmen untuk melaksanakan transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi baru dan terbarukan sebagai strategi kunci dari pengembangan energi tanah air dan upaya mengurangi 314 juta ton CO2 di sektor energi. (es)