Panasbumi Satu-satunya Penyumbang PNBP di Sektor EBT

Panasbumi Satu-satunya Penyumbang PNBP di Sektor EBT

PABUMNews-Panasbumi menjadi satu-satunya penghasil PNBP (penerimaan negara bukan pajak) di Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, pada tahun 2018 ini.

PNBP dari panasbumi pada kwartal I tahun 2018 ini sebesar Rp 220,07 miliar atau 31,4% dari target APBN 2018 sebesar Rp 700 miliar.

“Satu-satunya penghasil PNBP di Ditjen EBTKE adalah panasbumi, tahun 2017 lalu realisasi PNBP sebesar Rp 933 miliar, target tahun ini diturunkan menjadi Rp 700 miliar karena kita juga melihat rencana pemboran dan belanja segala macam yang akan berpengaruh terhadap PNBP, makin aktif WKP Eksisting membor di sana-sini, maka akan makin sedikit PNBP yang kita peroleh, tetapi jika tidak dilakukan pemboran konsekuensinya produksinya akan turun, mereka memang diharuskan untuk aktif di WKP yang mereka miliki,” jelas Dirjen EBTKE Rida Mulyana di Jakarta, Jumat (27/4).

Ia menyampaikan, hingga triwulan I 2018 ini dicapai penandatanganan 70 kontrak energi terbarukan dengan perincian 3 commercial operation date (COD), 22 konstruksi, sisanya persiapan pendanaan. Sebanyak 70 kontrak tersebut secara akumulatif akan mencapai kapasitas listrik 1.214,16 MW. Dari kapasitas sebesar itu panasbumi menyumbang sebesar 7% persen, kemudian 62% air, 1% biogas, 3% biomassa, 4% surya, 23% minihidro

Kemudian kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) hingga triwulan I ini mencapai 1,924,5 MW dari target akhir tahun 2018 sebesar 2.058,5 MW. Sementara untuk PLT Bioenergi telah mencapai 1.839,5 MW dari target 1.881,0 MW. Sementara, kapasitas PLT Surya dan PLT Mini/MikroHidro mencapai 307,3 MW.

Dalam kesempatan itu Rida pun memaparkan penurunan emisi CO2 untuk sekaligus memenuhi target yang sudah ditentukan di Conference of Parties (COP) 21 di Paris. Hingga akhir Maret tercatat terjadi penurunan emisi CO2 sebesar 40 juta ton. Adapun untuk Bahan Bakar Nabati (BBN), tercatat penambahan produksi sebesar 0,90 juta kilo liter.

“Penurunan emisi CO2 selain memenuhi Paris Agreement juga menunjukkan bahwa kita peduli terhadap lingkungan dan capaian triwulan I ini baru dari sektor energi saja belum memasukkan transportasi. Alhamdulillah, hingga triwulan I saja kita sudah melampaui target 35,6 juta ton hingga akhir tahun 2018,” ujar Rida.(es)