Panasbumi Suplai 30 Persen Kebutuhan Listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo

Panasbumi Suplai 30 Persen Kebutuhan Listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo

PLTP Lahendong salah satu pembangkit panasbumi yang memasok kebutuhan listrik Sulawesi Utara.*

PABUMNews – Kebutuhan listrik untuk Sulawesi Utara dan Gorontalo, 30 persennya dipasok oleh pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Lahendong dan Tompaso yang dioperasikan Pertamina Geothermal Energi (PGE). Dengan demikian, kedua provinsi tersebut telah melewati target bauran energi 23 persen yang telah ditetapkan pemerintah tahun 2025.

General Manager PT PGE Area Lahendong, Salvius Patengke mengatakan, sebanyak 30 persen sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo berasal dari energi panasbumi.

“Saat ini kami menyuplai untuk sistem kelistrikan Sulut dan Gorontalo sebesar 120 MW atau kira-kira tiga puluh persen dari kondisi beban puncak sebesar 380 MW,” kata Salvius di Tomohon (Antara, Selasa 13 Agustus 2019).

Salvius mengungkapkan, kontribusi energi panasbumi untuk sistem kelistrikan Sulut-Gotontalo memang cukup besar bila dibandingkan dengan dengan daerah lain. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan pengembangan-pengembangan agar suplai energi tetap terjaga.

“Setiap tahun kami melakukan survei untuk kondisi Lahendong dan Tompaso, tim selalu melakukan analisa termasuk untuk pengembangan bisnis ke depan,” ujarnya.

Selain memiliki bauran energi paling tinggi, pemanfaatan panasbumi di Sulawesi Utara juga cukup maju. Seperti diberitakan, panasbumi di daerah ini tak hanya dimanfaatkan sebagai energi listrik atau pengembangan objek wisata, tapi juga dimanfaatkan untuk industri. Salah satunya untuk industri gula aren di pabrik gula Masarang. Setelah memanfaatkan panasbumi, masyarakat dan pabrik Masarang meninggalkan penggunaan kayu bakar untuk proses produksi gula.

Selain WKP Lahendong, Sulawesi Utara jugamasih memiliki potensi panasbumi di daerah lain. Data dari Kementerian ESDM menyebutkan, panasbumi di Sulawesi Utara di antaranya Kotamobagu yang telah ditetapkan menjadi WKP pada tahun 2012.

WKP ini ditugaskan pemerintah kepada PT Pertamina dan mencakup wilayah Kab. Bolaang Mongondow, Kab. Kotamobagu dan Kab. Minahasa Selatan.

Panasbumi Kotamobagu terdeteksi di dua titik yaitu di Gunung Ambang dengan cadangan terduga 225 MW dan Kotamobagu sendiri dengan cadangan terduga sebesar 185 MW.

Rencananya panasbumi dikembangkan pada tahun 2025. Untuk unit 1 akan dikembangkan 80 MW.

Titik lainnya adalah Duasaudara yang masuk ke wilayah Kota Bitung, Kecamatan Bitung Utara dan Bitung Tengah. Potensinya diperkirakan 22 MW.

Kemudian potensi Wineru di Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara dengan potensi 10 MW. (es)