Pembangkit EBT Berikan Tambahan 736 MW Tahun Ini

Pembangkit EBT Berikan Tambahan 736 MW Tahun Ini

Peresmian penajakan sumur eksploitasi PLTP Muara Laboh tahun 2017 lalu (sumber foto: esdm.go.id)

PABUMNews – Sektor energi baru terbarukan (EBT) akan memberikan tambahan kapasitas 736 MW pada tahun 2019 ini. Di antaranya disumbang oleh tiga pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) dengan total sebesar 180 MW, sementara sisanya dipasok oleh pembangkit air (PLTA), angin (PLTB), pembangkit biogas/biomassa (PLTBG/M), dan tenaga surya (PLTS).

Tiga PLTP yang akan COD pada tahun ini adalah Sorik Merapi di Sumatera Utara dengan kapasitas 45 MW. PLTP Muara Laboh di Sumatera Barat sebesar 80 MW, serta PLTP Lumut Balai di Muara Enim, Sumatera Selatan dengan kapasitas 55 MW.

Inilah profil singkat ketiga PLTP tersebut:

PLTP Sorik Merapi

Berlokasi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara dengan operator PT Sorik Merapi Geothermal Power (SMGP). Total kapasitas yang dikembangkan 240 MW.

Wilayah kerja panasbumi (WKP) Sorik – Marapi – Roburan – Sampuraga, Kabupaten Mandailing Natal ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri ESDM nomor 2963 K/30/MEM/2008 dengan cadangan terduga 200 MW.

PT SMGP dimiliki oleh OTP Geothermal Pte. Limited dengan kepemilikan saham sebesar 95 persen dan PT Supraco Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 5 persen.

Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (persero) dengan PT SMGP ditandatangani pada tanggal 29 Agustus 2014 dengan kapasitas pengembangan sebesar 3×80 MW dan COD unit I pada tahun 2020.

PLTP Muara Laboh

PLTP Muara Laboh berlokasi di Liki Pinawangan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan operator PT. Supreme Energy Muara Laboh (PT SEML). PT SEML merupakan perusahaan patungan dari PT Supreme Energy (Indonesia), ENGIE (Prancis) dan Sumitomo Corporation (Jepang). Dari rencana 220 MW, kapasitas yang dikembangkan sekarang 80 MW dan diperkirakan bisa melistriki sebanyak 1.600 rumah.

Harga jual listrik PLTP Muara Laboh kepada PLN senilai US$ 9,4 sen per kWh. Kontrak penjualan berlangsung selama 30 tahun.

PLTP Lumut Balai

PLTP Lumut Balai yang beroperasi di Muara Enim, Sumatera Selatan dioperasikan oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE). PLTP ini akan dikembangkan hingga Unit IV dengan kapasitas masing-masing 55 MW. Unit 1 telah beroperasi sementara unit 2 tahun 2019 ini, Unit 3 tahun 2022 dan Unit 4 tahun 2024.

PLTP Lumut Balai masuk proyek kelistrikan Program Percepatan 10.000 MW Tahap II. PLTP ini berlokasi di Desa Panindayan, Kecamatan Semendo, atau sekitar 108 km dari kota Baturaja. Kegiatan pemboran eksplorasi area ini telah dimulai sejak tahun 2007.

Konstruksi PLTP Lumut Balai dikerjakan oleh Hawkins Group, perusahaan konstruksi dan infrastruktur dari Selandia Baru yang juga mengerjakan konstruksi PLTP Karaha, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Di Lumut Balai, Hawkins ditunjuk untuk mendesain, melakukan pengadaan, mengonstruksi, serta membangun PLTP tersebut, plus melakukan instalasi semua peralatan PLTP yang dipasok oleh Toshiba.

Sementara itu, di luar panasbumi, pembangkit EBT yang beroperasi pada tahun ini di antaranya PLTA Poso (Sulawesi Tengah) 60 MW, PLTA Jatigede, Sumedang (Jawa Barat) 110 MW, dan PLTA Rajamandala di Bandung (Jawa Barat) 47 MW.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Made Suprateka mengatakan penambahan kapasitas tersebut bisa membantu dalam mencapai target bauran energi sebesar 23% di 2025.

“Kami yakin jumlah diatas akan terus meningkat, sehingga bisa mencapai bauran energi 25% di 2025,” kata Made, di Jakarta, seperti dirilis katadata. co.id Rabu (13/2/2019).

Made menambahkan, secara keseluruhan pembangkit listrik berbasis EBT saat ini telah mencapai 6.711,2 MW, atau baru 11,76% dalam bauran energi nasional. (es)