Penundaan Pengeboran Sebabkan Investasi Panasbumi Tak Penuhi Target

Penundaan Pengeboran Sebabkan Investasi Panasbumi Tak Penuhi Target

PABUMNews– Realisasi investasi panasbumi hingga kuartal III/2018 berada di bawah target, atau hanya mencapai 70 persen dengan nilai US$0,85 miliar. Sementara pemerintah menetapkan US$ 1,2 miliar.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menyatakan, lambatnya investasi panasbumi terutama disebabkan oleh adanya penundaan pengeboran oleh pengembang.

Penundaan pengeboran itu di antaranya dilakukan oleh Star Energy dan Pertamina di beberapa lokasi. Padahal, katanya, pengeboran merupakan komponen investasi yang signifikan.

Rida memaparkan, ada beberapa alasan yang mengakibatkan pengeboran ditunda oleh pihak Star Energy dan Pertamina. Pertamina lebih memprioritaskan pembersihan lubang sumur.

“Pembersihan lubang sumur diyakini merupakan teknik efektif untuk menambah uap dibandingkan dengan melakukan pengeboran baru,” ujarnya pekan lalu di Ditjen EBTKE, Jakarta.

Sementara penundaan pengeboran yang dilakukan Star Energy di antaranya untuk tiga sumur di WKP Wayang Windu. “Karena alasan tertentu Star Energy menunda pengeboran di Wayang Windu,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah menargetkan investasi panasbumi pada tahun 2018 ini dapat mencapai Rp 23 triliun atau naik 64,28% dibandingkan tahun lalu yang nilainya sekitar Rp 14 triliun.

Dalam jumpa pers dengan kalangan media di kantornya pada Maret lalu, Rida Mulyana mengatakan, kenaikan investasi pada ahun 2018 ini terkait semakin banyaknya proyek panasbumi nasional.

Rida menambahkan, pemerintah telah banyak memberikan WKP panasbumi kepada PT PLN (Persero) dan PT Geo Dipa. Hal ini membuat jumlah proyek panasbumi yang bergulir menjadi bertambah. Selain itu, beberapa proyek panasbumi eksisting telah memasuki tahap eksploitasi.

“Investasi yang terdata dilakukan oleh 25 perusahaan sampai US$ 1,7 miliar (setara Rp 23 triliun),” katanya saat itu. (es)